Hak Pekerjaan Kaum Minoritas Seksual

Massa aksi peringatan haru buruh sampai di Titik Nol KM dan menyampaikan beberapa orasi beserta tuntutan. (Dok. Rhetor)

lpmrhetor.com Dalam rangka peringatan Hari Buruh, Rabu(1/5), tiga aliansi yaitu  Gerakan Rakyat Untuk Satu Mei (GERUS, Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK), dan Komite Aksi Mayday, melakukan aksi longmarch dari tempat parkir Abu Bakar Ali sampai Titik Nol Kilometer dengan membawa beberapa isu dan tuntutan yang disampaikan.

GERUS, salah satu aliansi tersebut, menyuarakan tuntutan kesetaraan hak yang harus diberikan kepada kaum minoritas seksual. Dalam pers rilis aksi dituliskan bahwa diskriminasi dan pengasingan yang berbasis Sexual Orientation, Gender Identity, Gender Expression, dan Sex Characteristic (SOGIESC), sehingga orang-orang tersebut tidak bisa mendapatkan hak atas pekerjaan.

Menurut Elwado Samosir, perwakilan dari INSTIPER yang juga tergabung dalam aliansi Gerakan Rakyat Untuk Satu Mei (GERUS), pemerintah tidak maksimal dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi. Masalah mengenai undang-undang yang belum selesai, menyebabkan pemerintah tidak menyentuh isu tentang kaum minoritas seksual.

“Karena di Indonesia, kurang maksimal dalam kebijakan mengurusi LGBT. Saya rasa terlalu banyak paham-paham yang ada di Indonesia ini, dan juga kita lihat mengenai RUU PKS, itu masih ribet. Nah, apalagi LGBT,” tutur Elwado.

Elwando juga menambahkan bahwa pemerintah banyak menangani masalah namun tidak satupun terselesaikan. Ia menganggap hal tersebuh karena pemerintah selama ini masih berkutat pada kepentingan-kepentingan pribadi maupun golongan.

“Pemerintah terlalu banyak menyelesaikan masalah, hingga satu pun tidak jebol. Karena apa? Karena mereka masih mementingkan kepentingan-kepentingan pribadi, bukan kepentingan bersama”, pungkas Elwado. []

Reporter: Kusharditya Albi Hafiezal

Editor: Fiqih Rahmawati

You may also like

Mempertanyakan Indonesia Pasca 21 Tahun Reformasi

lpmrhetor.com –  Setelah 21 tahun Soeharto digulingkan, keberhasilan