Revisi UKT, Waryono: UKT Bisa Turun Bisa Naik, Namanya Juga Revisi

"Waryono Saat Menandatangani Surat Pernyataan 8 Maret Lalu" (Doc: Rhetor-Fahri)"Waryono Saat Menandatangani Surat Pernyataan 8 Maret Lalu" (Doc: Rhetor-Fahri)
(Rhetor_Online-UIN) Polemik Uang Kuliah Tunggal (UKT) terus berlanjut. Dari mulai kacaunya sistem penggolongan hingga janji revisi yang tak kunjung sampai pada titik temu. Segala bentuk aksi yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan memperbaiki segala kekacauan tersebut juga telah dilakukan. Dialog, audiensi, hingga aksi turun jalan, baik secara damai atau bahkan clash sekalipun, tak membuat polemik ini mereda. Birokrasi justru malah mengumbar janji sesuka mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Ridwan (19), mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah.
Pada tanggal 8 Maret 2016 lalu, hampir seluruh mahasiswa angkatan 2015 mendatangi gedung rektorat. Kedatangan mereka saat itu adalah untuk menagih janji pihak birokrasi kampus yang mengatakan akan segera melakukan revisi UKT. Aksi saat itu bahkan sempat diwarnai sedikit kericuhan karena massa aksi terpaksa membakar ban di dalam gedung untuk memaksa pihak birokrasi menemui massa aksi. Waryono, wakil rektor bidang administrasi umum, menemui massa aksi dan kericuhan pun mereda. Saat itu Waryono menandatangani surat pernyataan untuk melakukan revisi. Dalam surat yang bermaterai Rp. 6000, 00 itu bahkan dikatakan apabila revisi tak kunjung dilakukan sampai tanggal 8 April 2016, maka seluruh mahasiswa angkatan 2015 diberikan jaminan gratis biaya pendidikan hingga wisuda.
Satu bulan berlalu dan Waryono tidak memberikan gelagat baik terkait janjinya itu. Mahasiswa angkatan 2015 kembali mendatangi gedung rektorat untuk meminta kejelasan terkait revisi yang dijanjikan Waryono bulan lalu. Aksi damai dilakukan pukul 10.00 WIB dan proses lobbying pun bahkan berlangsung hampir dua jam lamanya. Setelah massa aksi menunggu lama di halaman gedung, Waryono pun keluar dan menemui massa aksi untuk memberikan kejelasan.
Waryono menjelaskan molornya proses verifikasi dikarenakan tambahan data banding dari mahasiswa. “Realitasnya, sebagaimana dikatakan oleh Mas Fiki (Ketua Senat Mahasiswa Universitas-Red), dokumen itu baru diserahkan pada hari Selasa tanggal 29 Maret 2015. Dan itupun masih berada di WR III,” kata Waryono.
Waryono mengatakan bahwa sore ini ia akan melaksanakan pertemuan dengan jajaran terkait untuk membahas permasalahan ini. Ia juga mengatakan bahwa pihak Fakultas akan mengundang seluruh orang tua dari angkatan 2015 untuk melakukan verifikasi data. “Orang tua yang diundang adalah yang secara geografis berkududukan di Pulau Jawa, sedangkan bagi yang di luar Pulau Jawa, proses verifikasi akan dilakukan via telepon,” paparnya. Waryono tidak menjelaskan secara detail terkait bagaimana mekanisme diundangnya orang tua tersebut.
Topan (19), salah satu massa aksi dari Fakultas Tarbiyah, menanyakan mengapa terjadi keterlambatan dalam proses penyerahan data dari WR III kepada WR II. Waryono menjelaskan bahwa pada tanggal 8 Maret 2016 lalu, sebenarnya, data yang sampai sudah lengkap. “Tapi ternyata saya dapat informasi dari fakultas-fakultas bahwa pengurus membuka stand untuk menampung dan sekaligus menerima teman-teman yang memang terasa tidak tepat. Kemudian tentu membutuhkan waktu untuk pengurus Sema-Dema yang mengakibatkan terkumpulnya data baru terjadi pada tanggal 29 Maret 2016,” kata Waryono menjawab.
Ada dua kemungkinan yang akan terjadi bila proses revisi ini selesai dilakukan. Pertama, UKT akan naik, dan kedua, akan turun. “Namanya juga revisi, tergantung pada data yang kawan-kawan serahkan,” lanjut Waryono.
Baik Waryono maupun pihak mahasiswa mengharapkan proses revisi ini segera diselesaikan dengan tanpa ada lagi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. “Saya ucapkan terimakasih, selamat berjuang, mudah-mudahan kita dapat melakukan tugas kita masing-masing dengan baik,” tutup Wayono.
Aksi damai dan dialog pun diakhiri dengan saling berjabat tangan dari kedua belah pihak.[Fahri]

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi