PTIPD Pastikan Website UIN Tidak Diretas

pmrhetor.com, UIN – Selasa (5/6/2018). Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), UIN Sunan Kalijaga, Shofwatul Uyun memastikan bahwa postingan tidak biasa yang muncul di halaman muka website resmi UIN Sunan Kalijaga beberapa waktu lalu bukan diakibatkan oleh peretas.

“Itu bukan hack (retas-red). Staf bagian website bilang, ‘Bu itu bukan hack, karena tidak ada yang mencurigakan,’” ucap Uyun saat ditemui di kantornya pada Selasa (5/6/2018).

Uyun menambahkan, bahwa konten aneh yang muncul di website UIN hanyalah keisengan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa Teknik Informatika. Menurutnya, oknum tersebut berhasil masuk melalui akun admin dan memosting konten tersebut.

“Ini sebenarnya kekurang-telitian saja dari staf kami. Jadi, dia (salah seorang staf-red) di akun adminnya sering login dengan bypass biar cepat. Kadang passwordnya dikosongkan. Kemudian ada mahasiswa informatika, yang juga temannya, coba-coba masuk menggunakan akunnya staf kami [tadi],” katanya.

Bagi Uyun, aktivitas tersebut bukanlah peretasan. Peretas akan merusak sistem karena memaksa masuk. Namun, sang oknum hanya masuk sebagai admin dan memosting konten seperti yang biasa dilakukan oleh admin.

“Itu bukan hacker (peretas-red). Jadi dia masuk seolah-olah dia itu admin, dan dia memogram dan mengubah tampilan layout,” katanya lagi.

Beberapa waktu lalu ramai tersebar di berbagai grup WhatsApp mahasiswa sebuah tangkapan layar yang menunjukkan bahwa website resmi UIN Sunan Kalijaga memposting konten-konten tidak biasa. Postingan tersebut berjudul “Pengumuman! Gw gagal kuliah 🙁 system an***g 2k18.”

Isi dari postingan yang muncul di kolom Pengumuman website UIN bertanggal 30 Mei 2018 pukul 19.04 WIB dan telah dilihat lebih dari 896 kali itu bahkan menampilkan konten yang lebih menggelikan lagi. Di dalamnya terpampang sebuah gambar berlatar hitam, berisi identitas sang peretas bernama Mr. Robot – Zodge#p lengkap dengan foto pria berciput gelap ala film-film Hacker di Hollywood.

“Gw udah 77x gagal dalam masuk perguruan tinggi dan saat ini belum ngerti mau kemana :V,” seperti penggalan dalam postingan tersebut.

Banyak pihak menganggap bahwa postingan tersebut diakibatkan oleh peretas. Seperti yang ramai diperbincangkan di grup mahasiswa prodi KPI angkatan 2015.

“Bisa nih langsung diangkat jadi dosen ICT,” kata salah seorang anggota grup merujuk pada tangkapan layar tersebut.

Anggota grup lain menyampaikan kekhawatirannya.

“Semoga semua data aman,” katanya me-reply pesan tangkapan layar.

Bukan hanya grup mahasiswa KPI 2015 yang ramai membicarakan fenomena itu. Banyak mahasiswa merasa khawatir datanya terancam. Salah satunya mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Misbahul Munir.

“Sekarang web UIN di-hack. Jadi, takut data-data kita hilang,” kata Misbah.

Sayangnya, saat ditanya mengenai tindakan tegas apa yang akan diambil, Uyun tidak menjawab dan cenderung mengalihkan. Pada intinya ia memastikan bahwa kejadian ini bukan diakibatkan oleh peretas.

“Kami pastikan itu bukan hacker,” tutup Uyun.[]

Reporter: Fahri dan Itsna

Editor: Fiqih Rahmawati

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi