Panitia PBAK Tolak Dosen Masuk Struktur

Panitia PBAK dan KBMU mendatangi rektorat untuk menyampaikan tuntutan penolakan.

lpmrhetor.com, UIN – Ratusan panitia pelaksana Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) UIN Sunan Kalijaga bersama dengan Keluarga Besar Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (KBMU) mendatangi gedung rektorat untuk memprotes keputusan yang diambil secara sepihak pihak kampus dalam menentukan susunan kepanitiaan PBAK pada Kamis siang (20/07).

Pada aksi tersebut, massa aksi menuntut agar pihak kampus mengevaluasi kembali keputusannya yang memasukkan pihak dosen dan pegawai ke dalam struktur kepanitiaan PBAK sebagai panitia eksekutor (pelaksana).

Menurut Khoirul Wafa, koordinator umum aksi, intervensi dosen dan pegawai ke dalam kegiatan kemahasiswaan tersebut merupakan salah satu bentuk pemberangusan terhadap kebebasan bagi mahasiswa untuk berproses.

“Mahasiswa harus lebih banyak terlibat dalam kegiatan PBAK, guna mendapat ruang untuk berproses lebih banyak,” katanya saat ditemui di sela-sela aksi.

Aksi yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut tidak berlangsung lama. Sejam berselang, Yudian Wahyudi menemui massa aksi untuk menyampaikan hasil audiensi yang sebelumnya dilakukan antara Yudian dengan beberapa perwakilan massa aksi.

Yudian menyampaikan bahwa akan dilakukan join leadership antara mahasiswa dengan dosen. Yakni ketua panitia I diduduki oleh seorang dosen, dan ketua panitia II diduduki oleh seorang mahasiswa.

Selain itu, Yudian juga menyampaikan bahwa pihak rektorat siap menindak dosen-dosen yang melakukan intervensi secara berlebihan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Sema-U, Dema-U, dan pihak rektorat masih merundingkan susunan kepanitiaan PBAK yang disesuaikan dengan hasil audiensi.[]

 

Reporter: Dyah R Utami

Editor: Fahri Hilmi

You may also like

Membedah Visi Misi Calon Perwakilan Mahasiswa Lewat Kampanye Monologis

lpmrhetor.com – Kampanye Monologis untuk pemilihan ketua DEMA