Pacu Penelitian, MD Luncurkan Scremd

 FDK (1/3) – Jurusan Manajemen Dakwah (MD) resmi melaunching Study Club Research Manajemen Dakwah (SCREMD), program sekaligus komunitas penelitian bagi mahasiswa MD. Acara peluncuran yang berlangsung di Gedung Teatrikal Dakwah tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Waryono, ketua jurusan (Kajur) MD M. Rasyid Ridho dan beberapa dosen MD serta mahasiswa plus para tamu undangan.

Ketua panitia peluncuran SCREMD, Nur Fathurrahman mengatakan SCREMD merupakan hasil pengembangan dari program Divisi Litbang Laboratorium MD. Menurutnya, komunitas ini bertujuan meningkatkan gairah penelitian mahasiswa dalam studi dakwah dan keislaman.

Senada dengannnya, M. Rasyid Ridho Kajur baru MD menyatakan SCREMD adalah rangkaian program dan kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) MD khususnya, serta jurusan MD pada umumnya dalam rangka meningkatkan iklim penelitian. “Kegiatan lain yang menyusul diantaranya adalah penerbitan jurnal MD yang sudah lama mati suri”, tambahnya.

Dalam sambutannya, Dekan FDK Waryono mengapresiasi apa yang dilakukan jurusan MD terkhusus program SCREMD ini. “Program ini dapat merangsang penelitian yang saat ini gairahnya rendah”. Disamping meingkatkan gairah penelitian yang rendah, dekan asal Cirebon itu juga mengharapakan SCREMD dapat menghasilkan penelitian berkualitas di UIN, yang beberapa  diantaranya kurang berbobot.

Terkait penelitian, Waryono juga berbagi pengalamannya mengenai wacana Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT). “Ada wacana bahwa seharusnya urutan pertama dalam Tri Dharma PT itu penelitian, baru pengajaran dan pendidikan. Sehingga pengajaran akan berbasis penelitian. Berbeda dengan selama ini, pengajaran hanya berdasarkan hasil common sense, atau apa yang ada di bacaan semata”, pungkasnya.

MD dan Penelitian

Acara peluncuran yang dikemas dalam bentuk simposium ini menghadirkan tiga orang pembicara. Pertama dosen jurusan MD Puspita Rani Pertiwi yang menyajikan trend penelitian di MD. Dalam paparannya, alumni Magister Manajemen UGM tersebut menyatakan bahwa penelitian MD dapat masuk di bidang apa saja.

Sedang pemateri Ade Gunawan alumni pertama jurusan MD yang juga dosen di almamaternya tersebut menyinggung soal rendahnya penelitian di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain. “Anggaran penelitian nasional hanya 0,9 % dari APBN. Bandingkan dengan beberapa negara tetangga yang di atas 1 % bahkan ada yang sampai 10%.

Presentator terakhir yang sekaligus mahasiswi jurusan MD, Hanifah Nur’aini meyajikan hasil penelitiannya terkait tingkat kepuasan mahasiswa MD terhadap konsentrasi Manajemen Lembaga Keuangan Islam (MLKI) dan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). “Kesimpulannya dari segala aspek, tingkat kepuasan mahasiswa MD terhadap konsentrasinya berpredikat cukup memuaskan”, tegas mahasiswi yang kini duduk di semester VI tersebut. (Bahan dan Tulisan: Fikry Fachrurrizal)

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi