Oknum Sekuriti Teledor, Ketua HMPS MD Terkunci di SC

Gedung SC UIN Sunan Kalijaga. Sumber: uin-suka.ac.id

lpmrhetor.com, UIN – Jumat (12/04/2018). Andreanto, Ketua HMPS Manajemen Dakwah (MD), harus menerima nasib sial. Ia terkunci di gedung Student Center karena terlelap usai menghadiri rapat rutinan di ruang kantornya. Jam malam yang diberlakukan kampus mengharuskan sekuriti mengunci gedung pusat kegiatan mahasiswa itu tepat pukul 22.00 WIB. Sayangnya, sang sekuriti tidak melakukan pemeriksaan akhir sebelum mengunci pintu utama. Alhasil, sang sekuriti pun pulang dengan meninggalkan Andre seorang.

“Lampu kantor dimatiin sama temanku sebelum jam sepuluh. Aku tidur dan ditinggal. Kayanya sekuriti ngira ruanganku udah kosong, jadinya dikunci,” kata Andre setelah berhasil keluar.

Sadar dirinya terkunci, Andre langsung menghubungi teman dekatnya untuk membantunya. Setelah beberapa menit terjebak di dalam gedung yang sudah gelap itu, Andre akhirnya bisa keluar. Doni, salah seorang sekuriti membukakan pintu utama untuk mengeluarkan Andre.

“Memang seharusnya [sekuriti] itu ngecek lagi sebelum ngunci [gedung SC]. Tapi sepertinya Pak H (sekuriti yang mengunci-red) gak ngecek lagi.” kata Doni usai membuka pintu SC.

Menurut Doni, kejadian ini adalah kali kedua. Beberapa waktu lalu pernah seorang mahasiswa terkunci di dalam SC bahkan hingga pagi. Menariknya, peristiwa tersebut terjadi saat H, sekuriti yang juga mengunci Andre, sedang melakukan piket penjagaan.

“Dulu juga pernah, mas. Dia (mahasiswa-red) tidur. Ruangannya gelap, jadi sekuriti kan ndak tahu kalau di dalamnya masih ada orang atau ndak. Ya, akhirnya terkunci. Waktu itu juga Pak H yang jaga,” kata Doni.

Bagyo, Kepala Regu yang membawahi H, mengatakan bahwa hal itu terjadi akibat H sudah capek karena telah melaksanakan piket penjagaan sejak pukul 14.00 WIB. Menurutnya, hal itu menyebabkan H malas untuk mengecek kembali sebelum mengunci pintu utama.

“Mungkin anaknya (H-red) sudah capek. Dia kan jaga dari jam dua siang sampai jam sepuluh malam,” kata Bagyo saat ditemui di pos penjagaan pusat.

Bagyo juga mengatakan bahwa sudah seharusnya sekuriti melakukan pengecekan akhir sebelum mengunci pintu utama. Bahkan ia mengatakan bahwa pengecekan merupakan job desc yang wajib dilakukan oleh anggotanya.

“Iya ada itu [job desc-nya]. Harusnya ngecek dulu,” lanjut Bagyo.

Di akhir wawancara, Bagyo mengimbau kepada seluruh mahasiswa, terkhusus penghuni SC, agar memiliki nomor kontak ponsel sekuriti yang bertugas. Menurutnya, hal itu untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

“Pokoknya mohon dari teman-teman yang sering kegiatan malam [di SC] itu minta nomor [ponsel]nya dari sekuriti. Jadi, kalau ada apa-apa langsung dihubungi,” tutup Bagyo.[]

Reporter: Fahri Hilmi

Editor: Fiqih Rahmawati

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi