Melawan Perampasan Tanah di Hari HAM

Pernyataan sikap oleh KBR beserta seluruh massa solidaritas.

lpmrhetor.com, Yogyakarta – Komite Bersama Reformasi (KBR) beserta masyarakat Yogyakarta, beberapa aktivis mahasiswa, dan berbagai macam komunitas seniman berkumpul di titik nol kilometer, Yogyakarta, untuk menggelar acara panggung HAM dalam rangka memperingati Hari HAM Internasional pada hari Sabtu (10/12).

Acara ini diisi dengan berbagai macam penampilan seperti, musikalisasi puisi, aksi teatrikal, orasi, pembacaan puisi, serta penampilan musik dari Kepal SPI.

Acara yang digelar selama hampir empat jam ini juga dijadikan sebagai bentuk penolakan terhadap program pembangunan pemerintah yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus pelanggaran HAM. Perampasan tanah, pengambilan ruang hidup dan berbagai kasus penggusuran dan pengusiran terhadap warga menjadi bukti pelanggaran HAM yang selama ini telah dilakukan pemerintah, terutama yang telah lama terjadi di Yogyakarta.

“Masyarakat, terutama warga Kulon Progo, Gunung Kidul, Watu Kodok, Kali Code, dan yang terkena dampak penggusuran oleh sebab pembangunan di Yogyakarta serta mahasiswa dan gerakan-gerakan masyarakat harus bersatu untuk melawan klaim warisan kolonial tanah sultan dan pakualaman, mencabut UUK dan perdais pertanahan dan digantikan dengan UUPA sepenuhnya di DIY,” kata Haedar, koordinator umum acara. []

 

Reporter Magang: Nadia, Jamali

Editor: Fahri Hilmi

You may also like

Menuntut UGM Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

UGM dituntut menangani kasus Agni secara serius dan