Korupsi KTP-el Dinilai Banyak Rugikan Buruh

Aksi Forum Mahasiswa Yogyakarta (FMY), Senin (13/3).

lpmrhetor.com, Yogya – Kasus mega-korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el) dinilai merugikan rakyat pekerja dan buruh yang hingga hari ini masih mendapat Upah Minimum Kota/Upah Minimum Propinsi (UMK/UMP) yang rendah. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam press release yang dibagikan oleh Forum Mahasiswa Yogyakarta (FMY) saat melakukan aksi mengecam korupsi KTP-el di pertigaan UIN Sunan Kalijaga tadi siang, Senin (13/3).

“Rendahnya upah tersebut (UMK/UMP-red) membuat ekonomi masyarakat Yogyakarta kian melemah dan tidak sebanding dengan mereka para pejabat yang berpenghasilan tinggi namun masih dengan semena-mena mengambil uang untuk kepentingan rakyat,” kata apa yang tertulis dalam press release tersebut.

Dari data yang diolah oleh FMY, total kerugian negara sebesar Rp. 2,3 trilyun tersebut dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebanyak 150 ribu orang buruh di Yogyakarta selama setahun, dengan rincian pemberian gaji sebesar Rp. 1,8 juta/bulan untuk setiap buruh.

Koordinator lapangan, Adit, mengatakan bahwa aksi tersebut adalah sebagai bentuk sikap perlawanan terhadap kasus korupsi besar-besaran yang melibatkan hampir 70 orang pejabat lembaga elit negara itu. “Aksi ini sebagai bentuk penegasan sikap mahasiswa terhadap korupsi. Mahasiswa harusnya bisa merepresentasikan penolakan terhadap korupsi,” ucapnya.

Di akhir jalannya aksi, FMY membuat empat poin pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Koruptor KTP-el layak dihukum gantung/mati,
  2. Korupsi KTP-el memiskinkan rakyat pekerja,
  3. Wujudkan upah yang layak bagi buruh,
  4. Korupsi memiskinkan harga diri.[]

 

Reporter: Ajeng Wulan

Editor: Fahri Hilmi

You may also like

Membedah Visi Misi Calon Perwakilan Mahasiswa Lewat Kampanye Monologis

lpmrhetor.com – Kampanye Monologis untuk pemilihan ketua DEMA