Butuh Empat Hari Hingga Air Mengalir Kembali

Semakin tingginya UKT, tidak menjamin semakin meningkatnya fasilitas kampus. Baru-baru ini mahasiswa mengeluh akibat ketidaktersediaan air di FDK yang menjadi kebutuhan primer mahasiswa.

lpmrhetor.com – Toilet di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) tidak dapat digunakan. Hal ini diakibatkan karena rusaknya pompa air sejak Senin (18/11/19) lalu, ungkap Staff bidang Tata Usaha, Khumaidi.

Ketidaktersediaan air ini membuat mahasiswa kesusahan mengakses air untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang mahasiswi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Muhti Nurinayah.

“Mau salat bingung harus kemana-mana, air itu sangat-sangat penting, harusnya nyala terus karena itukan kita butuh untuk salat, kita butuh untuk cuci muka, buang air kecil, buang air besar, kan kasihan kalau airnya mati,” pungkasnya.

Muhti juga menambahkan, UKT yang dibayar setiap semesternya seharusnya mampu meningkatkan fasilitas kampus untuk kebutuhan mahasiswa. Terutama fasilitas penting seperti air yang tidak boleh disepelekan. 

“Meskipun aku tahu fakultas kita itu paling marginal, tapi untuk kebutuhan yang paling penting kayak air itu ya harus ada, jangan disepelekan,” ungkapnya.

Muhti juga menyayangkan, dengan ketidaktersediaan air ini membuatnya susah dalam menjalankan ibadah salat.

“Kalau masalah AC atau kipas itu masih bisa ditoleransilah tapi untuk air itu ya Allah, masak kita ada musala tapi gak ada air buat salat,” imbuhnya. 

Hal ini turut dibenarkan oleh kawan seangkatan Muhti, Sophia. Menurut Sophia, matinya air di fakultas merupakan masalah yang meresahkan, dan seharusnya tidak dibiarkan berlarut-larut.

“Masalah sih, karena air itukan fasilitas umum, harusnya kalau misalkan ada masalah segera diperbaiki, karena gimana pun kita pasti butuh air, apalagi kita salat, untuk wudu setidaknya air keran itu nyala,” ujarnya.

Sophia menambahkan bahwa ia merasa kesusahan apabila harus keliling bahkan pindah fakultas atau ke perpustakaan yang jaraknya lumayan jauh hanya untuk mencari air.

“Masak mau salat harus pindah fakultas, kalau nggak pindah fakultas ke perpustakaan, pokoknya harus kelilinglah, menyusahkan sekali,” imbuhnya.

Berdasarkan penuturan Khumaidi bahwa keterlambatan perbaikan air disebabkan karena keterlambatan teknisi.

“Teknisinya gak ada, teknisinya kan sibuk jadi antri, begitu terdeteksi rusak, dipanggilkan,oh iya rusaknya ini,  baru besoknya diperbaiki,” ujarnya. 

Setelah empat hari, air baru bisa diakses pagi tadi.[]

Reporter: Halimatus Sakdiyah

Editor: Siti Halida Fitriati

You may also like

Surat Pernyataan Keputusan Bersama Bukan Akhir dari Perjuangan

lpmrhetor.com – Selasa (30/06/2020), puluhan mahasiswa melakukan aksi