KPI Ada Kedekatan Dengan Para Konglomerasi MediaBambang Muryanto (ujung kiri) menyampaikan kegelisahanya terkait oligarki media di UIN Suka pada Kamis, 28/04" (Doc: Rhetor-Eko)

(Rhetor_Online-UIN) Oligarki atau konglomerasi media merupakan salah satu masalah yang ada di Indonesia paska reformasi. Meskipun orde baru telah runtuh, kran demokrasi terbuka termasuk media, nyatanya cengkraman konglomerasi masih berdiri kokoh. Saat ini hanya sekelompok golongan yang menguasai media di Indonesia, baik cetak, elektronik, maupun online.

Kepemilikan media yang hanya berpusat pada segelintir pemodal tersebut mayoritas digunakan sebagai kepentingan politik. “Di Indonesia ada 13 kelompok yang menguasai media baik cetak, elektronik maupun media online,” ungkap Bambang Muryanto anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) saat seminar oligarki media.

Parahnya, konglomerasi media juga membuat berita yang dinikmati oleh khalayak menjadi sama. Karena sebuah perusahaan groub media suka melakukan penyeragaman dalam pemberitaan.

Sayangnya, penyeragaman tersebut justru menimbulkan eksploitasi profesi jurnalis. Sebagai anggota AJI Bambang paham betul bagaimana saling tukar isu dilakukan oleh sebuah groub media. “Berita yang ditulis oleh seorang wartawan bisa dipublikasi di tiga media, akan tetapi upah yang diterima oleh wartawan hanya dari satu media, itu real terjadi,” pangkasnya.

Sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di dunia jurnalistik, Bambang mewajarkan jika hari ini susah sekali mendapati berita yang berbobot. “Jurnalis tidak bisa membuat berita yang bagus, kredibel dan berkualitas karena tuntutan perusahaan,” tambahnya.

Ia juga mengkritisi lembaga terkait seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang memeiliki kewenangan tentang regulasi penyiaran, namun tidak berdaya menghadapi konglomerasi tersebut. Baginya, KPI hanyalah hasil politik, orang-orang di dalamnya ada kedekatan dengan para konglomerasi media.  “Apakah KPI berani menegur ijin tv yang habis? mereka tidak berani,” sesalnya.

Kegelisahan tersebut ia ungkapkan ketika seminar “Oligarki Media Di Era Demokrasi dan Kepentinganya” yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Humanius, di Teatrikal Fakultas Syariah UIN Suka, Kamis (28/04). Selain Bambang, acara tersebut juga mengundang Ahmad Ghozi (komisioner KPI), dan Garin Nugroho riyanto (calon walikota jogja independen) sebagai narasumber. [Eko S]

You may also like

Membedah Visi Misi Calon Perwakilan Mahasiswa Lewat Kampanye Monologis

lpmrhetor.com – Kampanye Monologis untuk pemilihan ketua DEMA