Peringati Mayday, Pekerja Informal Tuntut Hak Kerja Layak

Buruh informal lakukan long march.

lpmrhetor.com, Yogya – Sebanyak hampir 150 orang pekerja industri rumahan melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) di titik nol kilometer, Jl. Malioboro, Yogyakarta pada Senin pagi (01/05). Massa aksi menuntut pemerintah memberikan hak kerja layak kepada para pekerja informal yang bergerak di sektor industri rumahan.

“Para pekerja informal, seperti buruh rumahan, pekerja rumah tangga, dan buruh gendong, merupakan sektor paling utama yang mempengaruhi perekonomian Jogja. Namun sayangnya, pemerintah tidak memberikan hak kerja layak untuk para buruh informal seperti jam kerja jelas, upah yang layak, serta jaminan keselamatan dan kesehatan kerja,” kata Hikmah Diana, koordinator umum aksi.

Hikmah juga berharap pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan yang melindungi hak-hak pekerja informal walaupun tidak terdapat pada regulasi nasional.

“Perlindungan ini harus mencakup kontrak kerja secara tertulis, upah yang layak, jaminan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja-red) gratis karena upah mereka tidak pasti sedangkan sektor pekerja informal ini rentan terhadap kecelakaan,” ujar Hikmah.

Dengan mengenakan pakaian serba tradisional dan kepala ditutupi caping, massa aksi yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu usia lanjut tersebut melakukan long march dari parkiran terpadu Jl. Abu Bakar Ali sebelum akhirnya berkumpul titik nol kilometer.[]

 

Reporter: Jamali

Editor: Fahri Hilmi

You may also like

Menuntut UGM Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

UGM dituntut menangani kasus Agni secara serius dan