Aktivis Jogjakarta Siap Dukung Warga Kendeng

 

lpmrhetor.com, Yogyakarta – Aktivis agraria asal Kendeng, Rembang, Gunretno, meminta kepada para aktivis di Jogja untuk mendukung dan mengawal perjuangan mereka. Permintaan tersebut berkaitan dengan pengembalian hak rakyat Rembang dari para pengusaha pabrik semen. Hal ini diutarakan Gunretno pada pertemuan mereka di Uwong Cafe, Kamis (13/10).

Pada pertemuan kali itu, Gunretno menyampaikan bahwa kemenangan warga rembang pada forum (Peninjauan Kembali) Mahkamah Agung harus tetap dikawal. Diharapkan segenap elemen masyarakat ikut mengawal sehingga akan menjadi kemenangan bersama atas nama rakyat.

“Kami mengajak dulur-dulur yang di Jogja ini untuk bisa berangkat ke Pati, guna mengkampanyekan lebih lanjut tentang kemenangan warga rembang atas pihak Semen.” tegasnya di tengah-tengan diskusi bersama para aktivis Jogja.

Selain itu, Ia menyampaikan bahwa momen Sumpah Pemuda nanti akan mereka jadikan sebagai puncak dari kampanye agraria kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Lewat momen itu kita akan bersama mengajak para pemuda, terlebih mahasiswa, untuk bersama sadar akan kepemilikan kita atas tanah di Indonesia ini.” tandasnya.

Senada yang disampaikan Gunretno, Momo, salah satu aktivis Jogja menyampaikan kampanye ini akan bisa lebih viral ketika mereka mengkampanyekannya lewat sosial media.“Kemenangan yang tidak diketahui banyak orang, bukanlah kemenangan. Maka dari itu, kita harus bisa mem-viralkan hal ini lewat sosial media. Kita siapkan tagar untuk membangun trending topik ke khalayak luas.” tegas Momo.

Tagar #kawalkendeng akan menjadi instrumen kampanye mereka sampai acara puncak di kota Pati, tanggal 28 Oktober 2016. Sebagaimana diketahui, kasus perseteruan pihak PT. Semen Indonesia dan warga Kendeng, Rembang terkait pembangunan pabrik semen akhirnya dimenangkan oleh pihak warga Kendeng. Kasus itu digugat lewat Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung. Hal ini menjadikan pihak PT. Semen Indonesia tidak bisa melanjutkan pembangunan pabrik semennya di wilayah Kendeng, dan harus meninggalkan wilayah itu.

Reporter: Ikhlas Alfarisi

Editor : Ika Nur K.

You may also like

Menuntut UGM Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

UGM dituntut menangani kasus Agni secara serius dan