Kumpulan Puisi Sendu

Sumber: pixabay.com

Kosong

 

aku sebatang pohon

aku setangkai ranting rapuh

aku jiwa rengkuh

aku lilin yang meredup

aku bukan lagi angin senja

aku…

aku…

aku kaleng kosong yang ditendangi berbunyi nyaring

aku bisu akan jiwa

aku bisu akan raga

aku bisu akan kehidupan

mengalihkan dunia tanpa jiwa

jiwa sendu, jika kau beri tanya apa ia akan menjawab selaras dengan keadaan dengan kenyataan???

 

 

Kata

 

aku lahir dari sebuah kata

tumbuh sebagai sajak

namun kecacatan dalam kata menumbuhkanku

menjadi sajak bisu, sajak buta, sajak tak berarti

aku tumbuh  sebagai sajak elegi

apakah bisa tuk ku tulisi kembali sajak buta ini

agar ia bisa melihat tiap aksara yang membungkam?

tumbuh menjadi sajak muda yang jatuh cinta dalam kata

menikahi kata tuk merangkai kalimat menjadi cerita

namun apakah ada jiwa yang mau menyayangi kecacatan ini?

menerima kepiluan kata

menghapus elegi dalam cerita

tumbuh menua tanpa elegi

kisah lalu seakan rontok tak tumbuh lagi

dan mati pada episode terakhir…

 

Sembunyi

 

dalam sudut kota aku bersembunyi

dalam gelapnya rindupun aku bersembunyi

dalam terik mentari aku bersembunyi

dalam jiwa rengkuh aku bersembunyi

betapa pengecutnya aku

 

by: PenaCapung

PenaCapung adalah mahasiswa FDK semester lima yang sangat menyukai mie ayam ceker dan seblak blum~

You may also like

Puisi-Puisi Patah Hati

Oleh: Alang-Alang*   Sebuah Cerita dari Insomnia Buatan