Keluar Saat Bertugas, Anggota KPUM-F FDK Mencalonkan Diri sebagai Wakil Ketua HMPS IKS

1138
dok/lpmrhetor

lpmrhetor.com- Menilik Undang-Undang Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa), KPUM-F  adalah perangkat PPUM tingkat Fakultas yang terdiri dari unsur mahasiswa yang bertanggung jawab atas proses pemilihan di fakultas. Pada Pemilwa kali ini, lpmrhetor menemukan mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi KPUM-F Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) berdasarkan surat keputusan Senat Mahasiswa (Sema) FDK yang terbit pada tanggal 2 Desember 2022 mencalonkan diri sebagai Wakil Ketua HMPS Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS).

Mahasiswa tersebut bernama Zanuba Lazimah Milah. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap UU Pemilwa pada Pasal 5 ayat (6) huruf f bahwa syarat menjadi anggota KPUM adalah “Tidak mencalonkan diri sebagai anggota SEMA-U dan SEMA-F, Ketua dan Wakil HMJ/HMPS Ketua dan Wakil DEMA-U, serta Ketua dan Wakil DEMA-F.

Ketua KPUM-F FDK, Luthfiah Ulfiani mengatakan bahwa Zanuba sudah dinyatakan keluar dari KPUM-F sebelum mencalonkan diri sebagai Wakil Ketua HMPS IKS. Surat pemecatan tersebut dikeluarkan oleh Sema FDK berdasarkan keinginan Zanuba sendiri untuk mengundurkan diri.

“Jadi sebelum mendaftar dia sudah terlihat bahwa dia dekat dengan satu partai. Terus dia ingin mengundurkan diri juga. Itu kita [KPUM-F] juga sudah memberitahukan kepada dia. Dari Sema juga memberitahukan. Diberi peringatan lah, bahwa dia itu seharusnya tidak seperti itu sebagai KPU. Kan KPU kan netral,” jelasnya ketika  diwawancari lpmrhetor pada Rabu (21/12/2022) di gedung teatrikal FDK.

Surat Keputusan (SK) terbaru setelah pemecatan Zanuba di keluarkan oleh Sema FDK tertanggal 15 Desember 2022. Surat ini tidak dipublikasikan melalui platform manapun sehingga tidak ada yang mengetahui bahwa Zanuba sudah bukan lagi anggota KPUM-F FDK.

Kepada lpmrhetor, Ketua Sema FDK, Yunita Nur Fadhila mengatakan bahwa SK tersebut tidak disebar karena sudah terlalu mepet dengan deadline pendaftaran calon peserta Pemilwa. Pendaftaran calon sudah dimulai sejak 11 Desember 2022 sementara SK Pemecatan itu baru keluar empat hari setelahnya.

“Karena pada saat itu udah mepet sama waktu pendaftaran calon,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp. Hal ini menunjukkan bahwa ada empat hari waktu Zanuba sebagai KPUM-F FDK saat pendaftaran calon peserta pemilwa sebelum ia mendaftarkan dirinya sendiri.

Mundurnya Zanuba dari struktur KPUM-F tetap melanggar UU Pemilwa dalam Pasal 5 ayat (6) huruf e “bersedia menjadi panitia dengan dibuktikkan pernyataan tertulis dan tidak boleh mengundurkan diri sampai pelantikan Pengurus Ormawa terpilih.

Pelanggaran tersebut membuktikan Zanuba ingkar terhadap surat pernyataan yang ia tulis. Kemudian membuat surat pernyataan yang baru atas pencalonannya sebagai Calon Wakil Ketua HMPS IKS. Dalam hal ini, Pihak KPUM-F tidak memberikan jawaban saat kami tanyakan terkait mengapa Zanuba bisa lolos verifikasi.

Lpmrhetor mencoba mengonfirmasi kepada Zanuba setelah kampanye dialogis yang dilakukan pada tanggal 21 Desember 2022. Namun, saat permintaan wawancara pertama kali kami layangkan, Zanuba berdalih ingin berfoto-foto terlebih dahulu di panggung teatrikal FDK.

Setelah foto-foto selesai, kami mencoba mencari Zanuba kembali dan ternyata ia sudah tidak ada di atas panggung. Kami kembali mencoba mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan telepon. Namun sampai tulisan ini diterbitkan, Zanuba belum memberikan jawaban.[]

Reporter: Nizar Wildan Aulia & Pikri Hafidz A

Editor: Muhammad Rizki Yusrial

 

You may also like

Dugaan Kecurangan Sistematis pada Pemilwa FDK 2022

Saat Pemilwa berlangsung, informan kami mengirimkan sebuah screenshot