Puisi

Puisi

Oleh: Yusika Intan Insiwi* Tanah kami kau renggut Atas nama kekuasaan kau sebut Tangisan pun kau telan lumat Asal tanah kan terpaut Halaman kami kau obrak abrik Pepohonan ...
0

Oleh: Aghisty Hidayati Kawan… Dengarkan bisikan rumput kering Menangis dengan tersenyum Kawan… Dia mengajarimu Bagaimana hidup bukan sekedar sampah Namun sederhana Kawan… Lihatlah bagaimana burung dara memandang Jeli ...
0

Oleh : Halida Fitri* Jadi, Apa Tujuan Mereka?   Kemanakah keadilan di negeri kami? Negeri hasil cucuran keringat para pejuang bangsa ini Bukan hasil para petinggi Yang siap ...
0

Hidupmu tak layak tuk dijalani Kenapa terus kau lalui? Kenapa tak kau hiraukan saja semua kemudian berlari? Jika itu karena aku, Maka acuhkan! Aku lebih kuat dari dugaanmu ...
0

Oleh: Rodiyanto* ANDAI AKU SULAIMAN   Dari Bilqis, aku memagari muslihat Pesona yang pudar Tahta dan kemewahan yang tuli Sekembali di kaki Sulaiman Sungai mengaliri Serupa ikan bermuka ...
0

Oleh: Nopi Puspitasari* Kembali ke Kotamu   Hujan sendu telah berlalu Meninggalkan serpihan luka di masa lalu Namun bayangan kotamu masih melekat iringi langkahku Aku kembali ke kotamu ...
0

Ditempat itu aku menyaksikan Kedua kaki yang kokoh oleh campuran semen dan air Sebagai wujud peduli terhadap tanah air Dimana keadilan dan kepedulian telah mencair.   Bulu kudukku ...
0

SEKUNTUM LUKA   Sunyi mencumbu sekumpulan ternak di tepi gelap Memekik erang pada sayup Lantaran kau tunggui pentas yang tak kunjung usai Dari simposium pabrik angan Menjelma nestapa ...
0

Bernafas tak pernah merasa puas Makhluk lemah tapi sok berkuasa Berkata “aku lupa,” padahal memang tak tau apa-apa Tubuhnya berlumur salah Memegang pedang berlumur dosa Saling bertikai ingin ...
0

Oleh: Ken* Aku adalah seorang aku Yang tak mampu menjadi apa yang dipinta Oleh isi kepalamu Dan kau adalah sisi kelam Dari masa lampau tanpa ruang Kini Kau ...
0