UGM Gelar Sholat Idul Adha Dua Kali


           

(Doc: Rhetor_Fikry)

(Rhetor_Online-UIN).Hari Raya Idul Adha merupakan waktu dimana umat muslim belajar keikhlasan. Begitu yang disampaikan Prof Dr H Rahmat Wahab MPd MA saat memberikan materi khotbah kepada ribuan jamaah di Masjid UGM, Kamis (24/09).

“banyak orang yang kaya namun memiliki cara fikir yang metrealis dan hedonis, sehingga enggan untuk meelakukan perintah Allah” katanya.
Dalam pidatonya, Rektor Universitas Islam Negeri Yogyakarta (UNY)  tersebut juga menjabarkan kembali sejarah panjang Idul adha. Diawali dari peristiwa Nabi Ibrahim yang rela menyembelih puteranya Ismail yang di tandai dengan berbagai ritual atau lebih dikenal dengan rukun haji oleh umat muslim.
“betapa ikhlasnya Nabi Ibrahim yang rela menyembelih puteranya demi ketaatanya kepada Allah, tiada kepentingan lain yang diatas Allah” tambah ustad Rahmat.
Ia juga memaparkan beberapa pelajaran yang dapat di petik umat muslim dalam saat melaksanakan rukun dan ibadah lain saat melaksanaan ibadah haji. Rukun haji merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakn dalam ibadah haji, bila tidak dilaksanakan maka tidak sah hajinya. Misalnya dalam melaksanakan  Ihram, wukuf, tawaf ifadah dan sa’i.
Selain rukun haji, ibadah lain yang dianjurkan adalah melempar jumroh. Dalam pelaksananya bermanfaat untuk mengingat perjuangan  nabi Ibrahim yang mampu melawan Syetan yang menghastnya untuk melanggar perintah Allah.
Melempar jumrah atau merajam setan, demikianlah kira-kira makna dari ibadah ini. Seperti yang dimaksudkan Ibnu Abbas dalam haditsnya. Hal itu juga dikuatkan dengan firman Allah QS. Al-baqarah 203. “dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang”.
Maka di akhir khutbahnya, Ustad Rahmat juga mengajak semua masyarakat muslim untuk menguatkan ukhwah islamiah. Yang menjadi musuh semua umat muslim bukanlah saudaranya, melainkan adalah setan. “kita berbeda melaksanakan hari raya sholat Id bukan lantas kita bermusuhan, ini semua dilaksanakan berdasarka keyakinan masing-masing” ajaknya. []