Trafo Rusak, Kampus Timur Gelap

Ilustrasi: thepresidentpost.com

lpmrhetor.com, UIN – Selasa (14/11). Padamnya listrik kampus timur UIN Sunan Kalijaga, yang meliputi Gedung Rektorat Lama, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin, dan Perpustakaan, yang terjadi sejak Jumat lalu (10/11) diakibatkan oleh transformator (trafo) di kampus timur rusak. Hal itu dikonfirmasi oleh Zamakhsari, Kepala Bagian Rumah Tangga, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Padamnya listrik yang terjadi di kampus timur terjadi karena rusaknya trafo. Mengapa hanya kampus timur saja yang listriknya padam? Karena hanya trafo kampus timur yang rusak, sementara trafo kampus barat dalam kondisi baik,” katanya kepada lpmrhetor.com (14/11).

Zamakhsari menambahkan bahwa trafo di kampus timur memang telah rusak dan harus segera diganti. Menurutnya butuh waktu yang panjang untuk mengganti trafo yang rusak. Hal itu dikarenakan tidak ada trafo pengganti di Yogyakarta, maka dari itu UIN harus mengambil trafo pengganti dari Semarang.

“Trafo kampus timur sudah rusak, harus diganti. Sedangkan untuk wilayah Yogyakarta tidak ada trafo untuk dipinjam, harus mendatangkan dari Semarang. Kami sudah menghubungi pihak terkait untuk segera mengambil tindakan tetapi kondisi sedikit menghambat seperti macet perjalanan dan lain sebagainya. Ini diusahakan secepatnya, karena gedung multi purpose besok akan digunakan untuk acara Wisuda,” jelasnya.

Sementara itu, banyak sivitas akademika yang mengeluhkan pemadaman itu karena mengganggu kegiatan perkuliahan. Salah satunya Irfan Chaniago, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Irfan mengatakan bahwa padamnya listrik membuat proses belajar mengajar menjadi terhambat.

“Proyektor dan AC kan bersumber dari listrik. Jadi, kalau listriknya padam ya terganggu. Misalnya kita mau presentasi dengan menggunakan proyektor, kalau listriknya padam jadi tidak bisa presentasi. Begitu juga dengan AC jadi di kelas kerasa banget panasnya. Juga server perpustakaan mati tuh, otomatis kami tidak bisa masuk perpustakaan,” katanya rinci.

Bukan hanya mahasiswa saja yang mengeluhkan padamnya listrik. Abu Suhud, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, juga mengeluhkan hal yang sama. Abu Suhud mengatakan bahwa ia merasa terganggu dalam bekerja sehari-hari dikarenakan listrik yang padam.

“Proses input absen selanjutnya akan dimasukkan dalam SIA (Sistem Informasi Akademik-red), sedangkan sejak hari Jumat listrik padam. Jadi, kami tidak bisa melakukan tugas sebagaimana mestinya. Suasana kantor jadi sumpek. Apalagi jika mengajar di lantai empat, terasa panas dan gerah,” katanya.

Mendengar banyak keluhan dari sivitas akademika, Zamakhsari menjanjikan listrik di kampus timur sudah bisa menyala dalam waktu dekat.

“Insya Allah nanti sore diusahakan sudah nyala listriknya,” tandasnya sembari mengawasi proses pergantian trafo.[]

 

Reporter Magang: Annisa Maharani

Editor: Fahri Hilmi