Suasana Konferensi Pers ARMP dan LBH Mengecam Penggusuran di Parangkusumo, Selasa (08/11)

lpmrhetor.com, Yogyakarta – Warga terdampak penggusuran di zonasi Gumuk Pasir Parangkusumo, Kretek, Bantul, Yogyakarta melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan tanah dan ruang hidupnya. Upaya yang kesekian kalinya kembali dilakukan guna menguatkan sikap politik mereka untuk tidak digusur. Pagi tadi, Selasa (8/11), kelompok warga yang terhimpun dalam Aliansi Rakyat Menolak Penggusuran (ARMP) melakukan konferensi pers di kantor LBH Yogyakarta.  Dalam Konpres tersebut ARMP mengecam dan mendesak pemerintah Kabupaten Bantul untuk menghentikan upaya penggusuran tanah dan rumah warga di sekitar area Gumuk Pasir.

Watin, salah satu perwakilan ARMP menganggap pemerintah seenaknya saja melakukan penggusuran di Parangkusumo. Padahal menurutnya, lahan di daerah gumuk pasir merupakan lahan kosong yang dibuka untuk kemudian ditempati oleh warga. “Kita membangun pemukiman, pertanian multikultura selama beberapa tahun. Nah, tiba-tiba ingin digusur oleh pemerintah dengan dalih pelestarian lingkungan,” jelas Watin.

Sementara itu Sugiarto, kuasa hukum ARMP dari LBH, menjelaskan teguran yang telah dilayangkan kepada warga tidak sesuai dengan regulasi dan ketentuan hukum. Ia menganggap bahwa proses penggusuran yang akan dilakukan oleh Pemkab Bantul cacat hukum. “Ini jelas cacat hukum,” tegasnya.

Kasus rencana penggusuran oleh pihak pemkab Bantul di daerah gumuk pasir Parangtkusumo memang menuai banyak tentangan dari berbagai pihak, khususnya oleh warga setempat yang merasa ruang hidupnya terancam. Hal ini yang membuat Pemkab Bantul terus didesak untuk menghentikan rencana penggusuran tersebut.

Reporter : Ikhlas Alfarisi

Editor : Fahri Hilmi