Tentang Transformasi PBAK, Rektor Angkat Bicara

Yudian Wahyudi, Rektor UIN, saat ditemui awak media kampus selepas memberikan sambutan kepada mahasiswa baru di gedung Multi Purpose (24/08)

lpmrhetor.com, UIN- Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang akan berlangsung tiga hari kedepan. Acara pembukaan yang digelar di gedung Multi Purpose (MP)  dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswi baru dari seluruh fakultas(24/08).

Yudian selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga menyampaikan, terkait sistem OPAK yang diterapkan dulu berbeda dengan sistem PBAK pada tahun ajaran baru ini. Alasannya pengkaderan OPAK selama ini dirasa mengandung unsur kekerasan. Sehingga pihak kampus ingin menggantinya dengan yang lebih tepat.

Rektor tidak menginginkan adanya tindakan-tindakan kekerasan ataupun kasus senioritas dan junioritas, yang menurutnya menyimpang dari tujuan akademik itu sendiri. “Kita berusaha memperbaiki dengan cara menghindari tidak akan terjadi lagi kekerasan-kekerasan, baik disengaja maupun tidak,” tuturnya saat ditemui oleh lpmrhetor.com usai memberikan sambutan kepada mahasiswa baru.

“Kalau dulu mahasiswa Adab (Fakultas Adab dan Ilmu Budaya—red) yang sampai naik ke atap fakultas. Itu kalau sampai jatuh, yang tanggung jawab kan adalah rektor,” ucap rektor UIN Sunan Kalijaga, Kamis (24/8). Dari itu, pihak kampus merasa tidak percaya lagi dengan pelaksanaan yang dipegang oleh mahasiswa karena dinilai banyak penyimpangan.

Guna menyisipkan aspek spiritualitas mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga, pihak panitia mengagendakan sholat dhuha berjamaah di masjid kampus (24/08). Dok. Rhetor/Riska
Guna menyisipkan aspek spiritualitas mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga, pihak panitia mengagendakan sholat dhuha berjamaah di masjid kampus (24/08). Dok. Panitia PBAK.

Dalam rangkaian kegiatan PBAK tahun ini, mulai disisipkan aspek spiritualis dengan alasan UIN sebagai kampus agama. Terbukti saat pagi tadi seluruh mahasiswa baru digiring untuk melaksanakan sholat dhuha berjamaah di masjid UIN Sunan Kalijaga. “Itu mengingatkan kembali bahwa kita kampus agama, jadi terkait dengan Tuhan, alam, manusia dalam konteks ini bangsa Indonesia tidak terputus,” tambahnya.

Dalam wawancara tersebut, orang nomor satu di UIN itu juga mengatakan bahwa selain aspek spiritualitas hubungan terkait akademik dan aktifitas sosial politik akan dimasukkan dalam kegiatan PBAK. Maka dari itu, ia pun menyatakan bahwa kampus sudah membuka pusat studi pancasila dan bela negara. “Contoh untuk yang ingin mejadi aktivis sosial politik dalam artian luas,” imbuhnya lagi.

Tidak sebatas itu, ia juga angkat bicara soal planning pembangunan jangka panjang di UIN yang akan segera terealisasikan.[]

Reporter: Septia Annur Rizkia, Ajeng Suci Wulandari

Editor: Dyah Retno Utami