Tak Ada Koran, Pamflet Bertebaran

Tempat pajang koran beralih fungsi menjadi tempat pajang pamflet.

lpmrhetor.com, UIN Sunan Kalijaga – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menerapkan kebijakannya untuk berhenti berlangganan koran hingga bulan Januari 2017. Kebijakan itu diambil menyusul kesulitan keuangan yang tengah dialami fakultas tahun 2016 ini. Hal tersebut berimbas pada beralih fungsinya tempat pajang koran menjadi tempat pajang pamflet berbagai kegiatan. Lebih dari sepuluh pamflet kegiatan dari berbagai acara menutupi kaca tempat pajang koran di lobi FDK.

Bagian keuangan tata usaha fakultas, Sayoto, menuturkan anggaran fakultas untuk berlangganan koran masuk dalam rincian dana yang dipangkas pemerintah. Pihaknya menambahkan, hampir seluruh kampus di Indonesia yang memiliki aliran dana dari APBN mengalami pemangkasan anggaran. “Sejak sekitar bulan Juni kita terkena dampak pemotongan anggaran besar-besaran dari pemerintah. Termasuk untuk berlangganan koran, kita tak memiliki dana,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Senin (14/11).

Wakil Dekan II, Alimatul Qibtiyah mengaku tidak adanya anggaran menjadi kendala utama dalam ketersediaan ruang publik tersebut. Ia berharap Januari tahun 2017, fakultas mampu berlangganan kembali. “Karena memang sudah tidak ada anggaran. Semoga awal tahun depan bisa langganan lagi,” ujarnya melalui pesan pendek.

Dampak dari tidak tersedianya koran tersebut diresahkan banyak kalangan mahasiswa. Nurul Asfhiya, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam menilai, tersedianya koran adalah hal yang sangat vital di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. “Fakultas Komunikasi kalau tanpa koran berarti tidak komunikatif. Karena ini kaitannya dengan melek literasi,” ujar mahasiswa semester 5 tersebut.

Berkaitan dengan minimnya anggaran yang dialami fakultas, Asfi menganggap hal itu seharusnya tak menjadi alasan. Menurutnya, koran berlanggan justru lebih murah daripada beli setiap hari tanpa berlangganan. “Paling langganan koran per bulan cuma Rp 60.000,-, kan kalau hitungannya sehari berarti cuma Rp 2.000,-. Setara dengan 4 gorengan tho,” tambahnya dengan nada enteng. []

 

Reporter: Hadi Mulyono