Steven Jam: Semoga Kapitalis Perusahaan Masuk Neraka

(Rhetor_Online-UIN). Steven jam dan Tony q berharap hujan yang mengguyur Jogja sampai ke Sumatra dan Kalimantan supaya asap hilang. Harapan tersebut ia sampaikan dalam acara Jogja Reggae Land (JRL) 2015 di stadion Mandala Krida, Minggu (8/11).
            “Semoga hujan kali ini sampai ke Sumatra dan Kalimantan biar asap hilang dan para kapitalis perusahaan masuk neraka,” kata vokalis steven jam yang di amini ‘manteman’ sebutan penggemar musik reggae.
JRL yang kali pertama di selenggarakan di jogja ini mengusung tema “throught batik art”. Maksudnya adalah ikut melestarikan batik dan di buktikan dengan penampilan bintang-bintang reggae yang mengenakan batik.
Sementara itu Tony q Rastafara, musisi dari Semarang tampil dengan hal yang berbeda. Mas tony tampil mengenakan kaos jogja ora didol. “Nih baca, jogja ora didol”, teriak mas tony sembari membuka jaket yang ia kenakan.
            Hadir pula dalam acara tersebut bintang-bintang reggae Indonesia seperti Ras Muhammad, Marapu, Steven Jam dan Tony q Rastafara. Selain bintang kenamaan tersebut ikut pula berpartisipasi band-band reggae indie, seperti alpha blopo, rastamanies, lapiest legiet dan lainnya.
            Acara yang mulai pukul 16:00 ini molor dari yang seharusnya pukul 15:00 karena kendala hujan. “Seharusnya tadi mulai jam tiga sore, tapi molor sampai jam empat”, jelas salah satu panitia. Pihak panitia menyediakan tiket dengan harga bervariasi yaitu mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 100.000.
            Berlangsung di lapangan parkir stadion mandala krida yogyakarta, para pengisi acara tampil secara maraton dengan durasi masing-masinh sekitar 30 menit. Di mulai dari band-band indie sejak sore sampai pukul setengah delapan malam.
            Tepat pukul 19:30 bintang utama tampil di buka dengan penampilan Marapu di lanjutkan Ras muhammad kemudian Steven jam dan di tutup mas tony q rastafara.
            Ribuan penonton yang ikut berdendang datang dari berbagai kota di Indonesia, seperti Demak, Brebes, Wonosobo, Temanggung, Malang, Bali bahkan Papua. Ini terlihat dari bendera merah kuning hijau yang mereka bawa. (Hm)