Solidaritas Yogyakarta untuk Surabaya

Massa aksi yang memadati kawasan Tugu Pal Putih, Minggu (13/5). (Dok. Rhetor/Ravi)

lpmrhetor.com- Yogyakarta, Merespon terjadinya ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di wilayah Surabaya, Jawa Timur: Gereja Santa Clara Jalan Ngagel Surabaya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro Surabaya dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuna Surabaya, Masyarakat Sipil Jogja bersama dengan berbagai aliansi di Yogyakarta menggelar Aksi Solidaritas, Doa Bersama, dan Orasi Budaya di bundaran monumen Tugu Jogja.

Pukul 19.00 WIB, Minggu (13/5), aliansi yang tergabung lebih dari 60 elemen masyarakat tersebut menggelar aksi yang ditujukan sebagai bentuk tanggapan perlawanan terhadap pelaku teror atas serangkaian insiden teror yang terjadi di Mako Brimob Jakarta dan ledakan bom di beberapa gereja Surabaya.

Suster Fernanda CB, Biarawati Syantikara yang merupakan salah satu massa aksi, beranggapan bahwa aksi ini merupakan salah satu bentuk bagaimana kita menyikapi apa yang sebenarnya ingin kita capai di dalam hidup bersama.

“Menangis rasanya ya kalau dengar [pengeboman-Red] itu, bukan karena kami satu iman, tapi lebih pada kemanusiaan,” tuturnya. Ia juga mengatakan bahwa ajaran seluruh agama yang paling utama adalah kasih-mengasihi sesama manusia, makhluk hidup, dan Tuhan.

Mukhibullah, Koordinator Lapangan aksi tersebut menyampaikan bahwa sementara ini dicukupkan dengan aksi tersebut. Untuk selanjutnya akan diadakan kampanye sebagai perlawanan terhadap aksi terror melalui media-media sosial.

Ia juga menyampaikan pernyataan sikap seperti: meminta kepolisian RI untuk menemukan dan menindak tegas otak aksi teror; meminta pemerintah, khususnya kepolisian untuk memperkuat hak konstitusional warga Negara dalam segala bentuknya; meminta pemerintah untuk mewaspadai menguatnya gerakan pelemahan demokrasi di Indonesia; meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada atas tindakan terror dan tindakan kekerasan serta tidak terpancing untuk membalas tindakan tersebut dengan ujaran atau aksi yang memanfaatkan sentimen warga bangsa; memperjuangkan kedaulatan hukum dan persamaan hak warga Negara adalah mutlak untuk mewujudkan bangsa yang besar, adil dan makmur; meminta warga bangsa untuk bersama-sama memperkuat kehidupan bermasyarakat yang rukun, dan saling menjaga sehingga ideologi kebencian dan terorisme tidak mendapat pendukungnya.  []

Reporter: Ravi Siagian

Editor: Fiqih Rahmawati