SENYAP

Dokumen : Istimewa/www.filmsenyap.com
SENYAP
ketika darah dilahap
tanpa dosa, leher pun disayat
bahkan disebut Jihad
SENYAP
cerita tentang ketakutan
di bawah jeruji kekuasaan
penuh trauma dan kekangan
SENYAP
kebenaran kembali dilahap
menggali segala yang terkubur
agar sejarah tak menjadi kabur
SENYAP
tentang sejarah bangsa
bangsa yang pernah memusnahkan manusia
lantaran mereka dianggap berbeda
diantara kerumunan mayoritas yang ada
Leher tak lagi berharga
ladang dan sungai menjadi saksi mata
darah mengalir deras menghiasi matanya
tak takut bahwa itu dosa
keSENYAPan di belantara sejarah
leher, kepala dan darah
seolah dianggap hal yang lumrah
bahkan dianggap persoalan yang mudah
keSENYAPan menyapa
menyelimuti hidup para korban dan keluarganya
bertahun-tahun hidup dengan tanya
mengapa orang-orang membunuh saudaranya?
SENYAP
ketika malam mulai lelap
datang gerombolan pengaku jihad
memanggil dan mengerek para tertuduh
ahh… malam itu, malam berdarah
gelap, gelap dan hanya gelap
hingga akhirnya sungai  jadi liang lahat
korban hanya bisa dalam kesenyapan
diam dalam kebisuan
sementara algojo memangku kekuasaan
berdiri di atas segala penderitaan
malam berganti malam
hari ke hari pun kini tiba
saat semua yang pernah kelam
sudah waktunya semua harus bicara
lentera pagi menyala
mengusik keSENYAPAN dalam ada
mentari pagi kembali menghangatkan bumi
walau diri yang tersakiti tak pernah berhenti
selama yang pernah terjadi tak pernah diungkapkan kembali
sebagai bentuk klarifikasi
SENYAPpun tiba
di lorong setiap manusia memiliki rasa
tiada henti, tiada terucap, bahkan tanpa berkedip mata
SENYAP biarkan ia bicara
mengabarkan kepada setiap manusia
tentang sejarah sebuah bangsa
penuh darah dan nyawa

#Soe. Djogja, 28 Desember 14  jam 09 : 39
Catatan : Puisi ini ditulis dipagi hari yang cukup mendung, setelah semalam menonton film SENYAP sendiri di kamar Kost putihnya. Sengaja di curi dari suatu tempat, demi menuangkan hasrat penasarannya. Pernah terbit di kronologi facebooknya sendiri beberapa hari yang lalu.