Senyap, merayap, melahap

369. Senyap takkan bisa dilenyapkan
oleh mereka yang ingin membubarkan
mari kita mendiskusikan
sebuah sejarah yang selalu ingin dikaburkan

Senyap takkan lenyap
ia akan terus merapayap
walau berhadap dengan kekuasaan

mereka yang berada diketiak kekuasaan
takkan bisa mematahkan kaki pergerakan
takkan mampu memutus pikiran
takkan mampu mampu memberangus kebebasan

Senyap,
kala ada massa yang mengaku pejuang agama
namun memaksa kehendak atas dasar bela negara
semua hanya ilusi belaka
yang sengaja di buat-buat mereka yang punya kuasa

Senyap, merayap, melahap.

Kampus adalah Ruang Demokrasi
tanpa ada yang mengintervensi
menguak sejarah yang harus dipelajari
sejarah yang sudah dikubur harus digali

rentetan tak berjalan mudah
karena sejarah yang ada dianggap absah

mereka yang mengatasnamakan islam
menumbalkan sikap toleran
dengan rela orang lain manjadi tumbal

islam Agama rahmat
begitu pula Nabi muhammad
diutus untuk memperbaiki akhlak
agar kaumnya tak gampang menyanyat
apalagi memaksakan kehendak

islam mengajarkan kebenaran
dan hal itu harus diperjuangkan
agar islam tak hanya menjadi bangunan
namun bersikap sesuai ajaran

islam besar karena ilmu pengetahuan
bukan dengan aksi kekerasan
bersikap intoleran
apalagi sampai menghancurkan
karena hal itu menghancurkan islam dari dalam

para aktivis, akademis, seniman, cendikiawan
serta seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada, bersatulah lawan segala bentuk refresifitas, intimdasi, serta kekerasan atas nama negara maupun bela negara, selama hal itu merampas hak asasi manusia. semua itu Wajib kita lawan.

#Soe. Selesai, Djogja, 13 Maret 2015, 00:00
sehari selepas peristiwa sebelas maret di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Puisi ini untuk kita semua kawan pro demokrasi.