Relawan Ditangkap Saat Pengosongan Lahan Bandara NYIA

Polisi acungkan dua jari tengah ke arah warga saat kawal pengosongan lahan untuk bandara NYIA (9/1/17). Dok. Istimewa.

lpmrhetor.com, Yogyakarta – Polisi kembali menangkap sejumlah relawan solidaritas penolak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) saat lakukan pengosongan paksa lahan milik warga di Temon, Kulon Progo pada Selasa (9/1/18).

Tercatat ada tiga orang relawan solidaritas yang ditangkap dan saat ini berada di Mapolres Kulon Progo. Mereka adalah Haidar, Rozak, dan Zaki.

Kasatreskrim Polres Kulon Progo, Dicky Hermansyah, membenarkan informasi  tersebut. Dicky mengatakan bahwa pihak kepolisian memang melakukan penangkapan terhadap sejumlah relawan solidaritas.

“Kalau info [penangkapan] betul. Tapi, untuk kronologi belum tahu,” katanya kepada lpmrhetor.com melalui pesan Whats App.

Sebelumnya, pada pukul 10.35 WIB alat berat milik AP 1 merobohkan tegalan milik warga. Beberapa warga pun mencoba menghalangi alat berat perusak itu. Namun, karena aparat turut mengawal proses pengerusakan, terjadilah aksi dorong-dorongan antara warga dengan aparat.

Menurut kronologi yang dirilis oleh Aliansi Tolak Bandara (ATB), salah satu oknum aparat mengacungkan jari tengah ke hadapan warga. Hal itu memicu bentrok antara warga dan aparat.

“Sempat terjadi dorong-dorongan antara warga dan aparat. Salah satu aparat kemudian mengacungkan jari tengah mengarahkannya ke warga,” seperti tertulis dalam kronologi tersebut.

Beberapa relawan dan warga dijambak, diseret, dan diinjak-injak. Bahkan, salah satu relawan dipukul di bagian kepala hingga memar dan berdarah.

Beberapa warga dan relawan pun mengalami luka-luka. Di antaranya, Heron, Wahyu Tri, Sri Antoro, Medi, Rozak, Zaki, Haidar, Ponirah (warga), Arif (warga), dan Sumiyo (warga).

Tidak kalah beringas, sehari sebelumnya, lahan milik warga yang berada di areal pembangunan bandara NYIA juga disatroni PT Angkasa Pura 1 dan aparat gabungan.

Saat itu AP 1 beserta aparat melakukan pengerusakan kebun cabai milik Ustadz Sofyan, salah satu warga penolak. Sontak saja warga beserta relawan melakukan penghadangan karena lahan tersebut masih tercatat sah milik warga.

Namun nahas, aparat tidak bersikap kooperatif, beberapa warga ditendang, dicekik, lalu diseret.

Suyadi, salah satu warga, bahkan mengalami pingsan karena wajahnya terluka parah akibat ditendang menggunakan lutut oleh oknum kepolisian.[]

Reporter: Fahri Hilmi

Editor: Dyah R Utami