Puisi Jamali: 9 Hari Kami Mengenang

Sumber foto: simpulsemarang.org

Ditempat itu aku menyaksikan

Kedua kaki yang kokoh oleh campuran semen dan air

Sebagai wujud peduli terhadap tanah air

Dimana keadilan dan kepedulian telah mencair.

 

Bulu kudukku mulai merinding

Menyaksikan kedua kaki kaku yang bersanding

Mengungkapkan gejolak hati yang berkabung

Karena perjuangan Yu Patmi yang bersambung

 

Nalarku tidak dapat menggambarkan

Perjuangan seorang ibu yang terabaikan

Menolak pabrik semen didirikan

Di sana tempat mencari makan dan kehidupan

 

Tuhan…

Apakah aku berdosa

Mengatakan bangsat pada para penguasa

Yang punya hati, namun tak punya rasa

Yang punya mata, namun tak melihat asa

 

Apakah aku berdosa

Mengutuk para pemakan harta

Yang hidup atas jerih payah rakyat jelata

Seakan berjalanpun seperti melata

Demi menggapai hidup yang indah di mata

 

*Penulis merupakan wartawan aktif Lembaga Pers Mahasiswa Rhetor.