Provokator Damai: Pesan Damai dari Maluku untuk Dunia

Bedah film Provokator Damai

lpmrhetor.com, UIN Sunan Kalijaga – Konflik antar agama yang telah lama terjadi di Maluku sejak 1999 menyisakan trauma mendalam bagi penduduk setempat. Situasi ini sebagaimana digambarkan dalam film karya Rifky Husein, “Provokator Damai”, saat ditayangkan di Convention Hall lantai 1 UIN Sunan Kalijaga pada seminar pendidikan dan bedah film yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Budaya. Rabu (23/11).

Film ini menceritakan kisah seorang muslim Maluku yang mencoba hidup selama beberapa hari di tengah perkampungan kristen di Maluku. Begitupun sebaliknya, orang Kristen Maluku tinggal beberapa hari di tengah perkampungan Muslim di Maluku.

Kegiatan “bertukar tempat” ini bertujuan menghilangkan trauma yang melekat pada ingatan mereka pasca konflik antar agama di Maluku tahun 1999 dan untuk membuktikan bahwa perbedaan agama bukanlah ancaman seperti yang mereka kira selama ini.

“Film ini merupakan gambaran keinginan masyarakat Maluku untuk kembali damai seperti dahulu sebelum konflik itu terjadi,” kata Elsye Syauta Latuheru, seorang aktivis perdamaian, saat film ini selesai diputar.

Menurutnya, proses perdamaian harus didorong dan diprovokasi dengan landasan keyakinan bahwa potensi damai ada pada setiap diri manusia. “Saya berharap, film ini bukan hanya membawa pesan damai untuk Maluku, tapi juga untuk seluruh dunia,” tutup Elsye.[]

 

Reporter Magang: Nadia Nurhasanah

Editor: Fahri Hilmi