Pemilu 2014, Mahasiswa Luar Daerah Sumbang Suara?

Anindya-Rhetor Online
Ilustrasi Pemilu (gresnews)

Yogyakarta-Pemilu legislatif tengah dilangsungkan. Berbagai tanggapan muncul, salah satunya dari mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Apriani Dwi Astuti, mahasiswa jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) fakultas Dakwah dan Komunikasi berpendapat bahwa banyak teman-teman mahasiswa yang berasal dari luar daerah memilih golput karena tidak tahu mekanismenya. Padahal, pemilihan bagi perantauan bisa diurus lewat pemerintah desa tempatnya berdomisili. Bahkan berkas persyaratan tersebut bisa diurus secara online lewat situs www.kpu.go.id.
Selain itu, waktu libur yang hanya sehari cukup memberatkan mahasiswa yang berasal dari luar daerah untuk pulang ke rumahnya. “Nanggung untuk pulang dengan waktu libur satu hari. Lagi pulabuang-buang ongkos,” ujarnya memberi alasan. Apriani sendiri tidak mengurus surat untuk memberikan suara di kota Yogyakarta. Ia lebih memilih golput karena lebih menghemat pengeluaran.

Tanggapan berbeda dilontarkan oleh Novan Dwi Priyono. Mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) ini mengaku tidak ingin golput. Bahkan ia sudah mengurus persyaratan sebagai pemilih di keluharan setempat. Menurutnya, memilih wakil rakyat sangatlah penting karena menentukan masa depan bangsa. “Kita kan sudah diberikan hak, jadi ya harus memilih orang-orang yang berkemampuan untuk memimpin bangsa ini. Jangan sampai orang yang tidak memiliki kemampuan malah terpilih,” ujarnya penuh semangat.  (Anindia)

(Editor : joko)