Menggugah Kesadaran, Mahasiswa Peka Lingkungan

lpmrhetor.com, Yogyakarta—Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), menggelar acara bertema: Petani Kendeng vs Koorporasi Semen Kemana Negara Berpihak?, Senin, (22/05). Acara yang diadakan di gedung Student Center (SC) itu dimaksudkan mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran terkait isu eksploitasi lingkungan, dampak yang dirasakan oleh masyarakat, serta peran pemerintah.

Persoalan pabrik semen yang akan didirikan di pegunungan Kendeng menjadi persoalan bagi masyarakat umum. Ini dikarenakan masalah eksploitasi lingkungan yang harus disadari bersama.

Upaya untuk menghadirkan realita yang terjadi di masyarakat tersebut diapresiasi oleh Abdur Rozaki, selaku Wakil Dekan III FDK. “Saat ini mahasiswa harus dapat membangun solidaritas dengan petani, dengan melihat realita yang ada maka mahasiswa akan dapat menemukan masalah yang dihadapi masyarakat,” tuturnya saat memberikan sambutan di awal acara.

Dalam acara itu, Eko Prasetyo, salah satu pembicara mengatakan, “untuk dapat menumbuhkan kepekaan mahasiswa dalam persoalan Kendeng tersebut setidaknya ada tiga langkah. Pertama, memberikan dukungan kepada para petani dengan berkampanye di media sosial. Kedua, membantu dengan ikut serta aksi dan datang langsung ke Kendeng.

Alasannya dengan langsung melihat keadaan yang ada, mahasiswa akan semakin terbuka matanya untuk memilih  keberpihakan yang seharusnya mereka tujukan.” Hal terakhir yang dia paparkan adalah supaya melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Gubernur Ganjar Pranowo.

Melihat konteksnya untuk mahasiswa, khususnya jurusan PMI sendiri, tujuan kegiatan acara ini adalah sebagai bentuk pembelajaran. “Untuk mengadvokasi masyarakat yang tertimpa suatu masalah, kelak ketika mereka (mahasiswa) sudah terjun langsung di masyarakat,” ucap ketua panitia yang ditemui Rhetor seusai acara kemarin. []

 

Reporter: Dyah Retno U.

Editor : Ika Nur K. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *