Membentuk Sikap Positif Mental Attitude

Ilustrasi: radioiasi.ro

Oleh: Muhammad Nizarullah*

Berbicara sikap positif, tentu berkaitan dengan attitude. Lingkungan dan pertemanan adalah dua perspektif yang sangat berpengaruh dalam membangun sikap positif,  lingkungan dan pertemanan yang positif melahirkan mental positif pada kepribadian. Lingkungan yang terdapat masyarakat yang berani bertindak dan menghadapi peluang yang akan terjadi akan berpengaruh pada pribadi anda, begitu juga halnya dengan pertemanan, teman yang memiliki kepribadian positif dan tidak akan pernah takut untuk mengambil keputusan ketika mendapat suatu peluang akan sangat berpengaruh pada mental anda.

Tentu tidak mudah membalikan telapak tangan untuk mengubah kepribadian pikiran negatif kepada pikiran yang positif, pasti kita pernah berpikiran negatif kepada seseorang, bahkan kepada Allah sekali pun, padahal Allah telah memberikan yang terbaik kepada hambanya, seperti firman Allah dalam hadist Qudsi yang artinya, “Aku berada pada perasangka hambaku.” Apabila hamba berpikiran positif tentu Allah akan memberikan yang terbaik kepada hamba-Nya. Maka jangan sekali-kali berpikiran negatif kepada Allah Swt, mungkin saja belum waktunya Allah memberikan pada saat itu, atau bahkan diganti yang lebih istimewa di lain waktu bahkan di akhirat. Ingat, hal itu pasti akan datang. Ini yang dikatakan selalu berpikir positif dan tidak pernah takut dalam mengambil tindakan.

 

Disini penulis akan memberikan beberapa tips untuk membentuk positif mental attitude. Pertama, kuasai pikiran anda dengan rasa optimis yang tinggi. Suatu pikiran akan optimis secara otomatis apabila meninggalkan sikap pesimis. Saya beri contoh, apakah ayam mau masuk ke dalam kandangnya apabila ada ular didalam kandang ayam? Tidak akan, karena Ayam akan ditelan ular. Begitu juga halnya dengan sikap optimis, apabila masih ada sikap pesimis yang membekas di dalam pikiran, kosongkan terlebih dahulu dan masukkan sikap optimis.

Kedua, fokus pada hal-hal yang anda inginkan saja, mengapa? Karena banyak orang yang multi-talent gagal pada karirnya akibat tidak fokus pada satu talent yang ia punya. Ketika anda sudah menemukan bakat pada diri anda, kembangkan bakat itu, bakat itulah yang akan membawa anda menggapai kesuksesan dan merubah hidup anda.

Ketiga, hukumlah diri anda ketika terlanjur melakukan hal yang negatif supaya hal tersebut tidak terulangi lagi.

Keempat, tanyakan pada hati nurani anda untuk mendapatkan jawaban yang riil dari suatu problem. Dalam mengambil keputusan, harus benar-benar diperhatikan kebenaran dan resiko yang akan anda terima, tentu melalui hati nurani anda, anda bisa menilai apakah keputusan ini tepat ataukah tidak.

Kelima, berbahagialah karena membahagiakan orang lain. Hal ini sangat membantu untuk menjalin silaturahmi dan membentuk attitude yang optimis.

Lalu, yang terakhir, belajarlah untuk saling menghormati. Saya rasa hal ini tidak terlalu sulit untuk diterapkan, bahkan kepada orang yang berbeda ras, suku, agama dan bangsa. Ketika anda telah mengenal seseorang yang berbeda dengan anda, disitulah anda akan belajar menghormati dan menghargai, dan secara tidak sadar anda telah membangun sikap attitude mental yang optimis. Hal ini merupakan hal yang paling berpengaruh dalam membentuk pikiran yang optimis.

Semoga kita semua mampu untuk membunuh sikap pesimis yang ada dalam diri kita dan mulai membangun pikiran optimis guna menjalani kehidupan yang lebih berwarna.

 

*Penulis merupakan mahasiswa semester I jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Penulis juga seorang reporter magang di LPM Rhetor.