Membaca Peta Pemikiran Para Calon Presiden


(Rhetor/Yogyakarta/6/5) SMI (Social Movement Institute) kembali hadir menyelenggarakan diskusi public. Diskusi kali ini mengusung tema “Layakkah mereka memimpin negeri ini ? membaca peta pemikiran para calon presiden” Putaran 1 : Ir. Joko Widodo.  Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan MPM Muhammadiyah, KonTras, SEMA-U UIN dan Pesantren Tebuireng Jombang. Diskusi ini akan diselenggarakan diberbagai tempat . “putaran pertama hari ini di pendopo wisma Kagama UGM Bulaksumur,  putaran kedua akan diselengggarakan di UIN Suka dengan tokoh Prabowo Subianto dan Putaran ketiga di Pesantren Tebuireng dengan tokoh Abu rizal bakrie atau yang akrab disapa Ical”. ungkap eko prastetyo selaku pimpinan SMI.
Pada putara pertama ini, SMI menghadirkan Haris Azhar dari KonTras, JJ Rizal seorang sejarawan dan sekaligus pimpinan Komunitas bamboo, Dr.Hempri Suyatna anggota MPM Muhammadiyah sekaligus dosen Fisipol UGM, dan Mba’ putri seorang simpatisan Jokowi dari PDI-P.
Kali ini Ir. Joko Widodo menjadi tema kajian yang didiskusikan karena gaya politik hari ini cenderung pada politik personal partai politik sangat kuat dengan ketokohan seorang individu di dalamnya. “politik hari ini merupakan gaya politik personal, dimana PDI-P dengan Jokowi, Gerindra dengan Prabowo, dan Demokrat dengan SBY-nya”. ungkap Haris Azhar.
“Pencapresan kali ini , dalam trackrecord –nya terlihat lebih unggul karena tidak pernah terlibat dalam kejahatan HAM atau kejahatan berat lainnya”. Tambahnya
Selanjutnya JJ Rizal juga menuturkan, “Jokowi belum dapat dikatakan hasil kerjanya, karena ia masih proses. persoalan banjir seharusnya ia menawarkan konsep yang jelas. Dan secara ideologis PDI-P masih dipertanyakan”. Tuturnya.
Diakhir acara mba’Putri dari Simpatisan Jokowi  memberikan closing statement “ketika ditanya soal trisakti pak jokowi sudah tahu tentang tri sakti, hanya saja beliau tidak bisa berorasi dan beretorika”. Tuturnya diakhir acara.(R)