Maulid Nabi, Meunasah Aceh Yogyakarta Teruskan Budaya Sultan

Susana peringatan maulid Nab Muhammadi, Meunasah Aceh Yogyakarta.

rhetoronline,com, Yogyakarta—Meunasah (musola) Aceh Yogyakarta kembali adakan acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, (5/2). Bertempat di Jln. Jogja-Solo Km 12, Kalasan, Yogyakarta, acara peringatan tersebut diadakan sebagai penyambutan akan hari lahirnya Nabi Muhammad. Selain itu, rangkaian acara juga merupakan budaya masyarakat Aceh yang dialakukan secara turun-temurun.

“Kita tidak boleh menghilangkan budaya peringatan maulid Nabi Muhammaad SAW yang dilakanakan selama tiga bulan lamanya, sebagaimana yang telah dilakukan secara turun-temurun pada masa Sultan Iskandar Muda,” papar Maimun, Ketua Himpunan Masyarakat Aceh (HIMA).

Pelaksanaan acara peringatan maulid Nabi Muhammad tersebut dimulai pada pukul 19.45 WIB dan berakhir pukul 10.30 WIB.  Serangkaian acara seperti dike (zikir) oleh Majelis Dalail Khairat Meunasah Aceh Yogyakarta, beberapa kata sambutan dari berbagai pihak, acara inti, hingga dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Menurut Maimun, peringatan maulid kali ini merupakan peringatan yang ke-5 semenjak tahun 2013 hingga sekarang. “Maulid kali ini merupakan peringatan maulid yang ke-3 dalam setahun ini. Acara pertama dilaksanakan oleh HIMPASAY (Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana Aceh Yogyakarta), bertempat di Asrama Aceh Meuligoe Iskandar Muda Yogyakarat. Ke dua dilaksanakan oleh HIMA (Himpunan Masyarakat Aceh), di Bale Gadeng, Sagan Yogyakarta, dan yang ketiga diadakan oleh Meunasah Aceh Yogyakarta,” jelas Maimun.

Maimun juga menjelaskan bahwa pihaknya berrencana akan mengadakan maulid akbar selama dua atau tiga tahun sekali. Acara itu nantinya akan melibatkan semua pihak, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat Aceh yang berada di Yogyakarta.[]

 

 

 

Editor : Ika Nur K.