#MabaTidakTakut ; Hanya Galau

Foto : Opak 2015

Ditengah para mahasiswa tua yang sedang di-galaukan oleh persoalan skripsi, bimbingan, ngulang kuliah dan tetek-bengeknya, kami mahasiswa baru  malah sedang asyik-asyiknya berwacana untuk travelling, explore Jogja, naik gunung, atau mudik ke kampung halaman. Pokoknya liburan semester ganjil ini harus keren, puas, nggak krik-krik guna menyongsong semester genap yang makin memusingkan.

 

Musim liburan semester ganjil telah tiba. Musimnya para mahasiswa UIN mulai ancang-ancang membuat wacana liburan, mudik, atau mungkin juga sibuk perpanjang kos-kosan. Khusus kami para maba (mahasiswa baru), liburan kali ini merupakan liburan pertama sejak kami 6 bulan lalu di-plonco dan berhasil menyandang gelar mahasiswa.

Seperti sudah menjadi tradisi setiap awal tahun, setelah merampungkan UAS di awal Januari kemarin para mahasiswa seakan tergopoh-gopoh merancang schedule mereka selama setengah bulan kedepan. Penulis yang juga merupakan seorang maba pun merasa akan adanya suatu euphoria tersendiri bagi kami, mahasiswa Baru.

Ditengah para mahasiswa tua yang sedang di-galaukan oleh persoalan skripsi, bimbingan, ngulang kuliah dan tetek-bengeknya, kami mahasiswa baru  malah sedang asyik-asyiknya berwacana untuk travelling, explore Jogja, naik gunung, atau mudik ke kampung halaman. Pokoknya liburan semester ganjil ini harus keren, puas, nggak krik-krik guna menyongsong semester genap yang makin memusingkan.

Dalam waktu dua minggu lebih ini, kami akan saling ber-selfie ria, chatting gila-gilaan di grup WA jurusan, mengajak jalan sang gebetan, atau saling pamer nilai IPK pertama kami satu sama lain. Bahagia bukan? Ya jelas, karena kami belum di pusingkan oleh njlimetnya KKN, skripsi, ataupun kerja organisasi.

Kami hanya bisa manut kepada para senior kami di organisasi yang kami pilih. Hanya bisa mengangguk ketika dosen kami memberi tugas segunung dan mulai menggerutu di kos-kosan seorang diri.

Kemudian, setelah masa liburan itu mulai habis, kami mulai galau tak tau arah. Saling menanyakan tatacara soal pembayaran UKT, ngisi KRS dan placement-testdi pusat Bahasa. Teman-teman kami yang ikut organisasi ekstra kampus, yang kemarin sempat ikut-ikutan demo menentang masalah UKT pun mau tak mau harus membayar kembali UKTnya, guna bisa melanjutkan protes dan demo mereka di gedung Rektorat.

Adapun teman kami yang kemarin di kelas hobi menantang dosennya untuk berdebat, senang mencari-cari celah kelemahan argumen sang dosen yang pendidikannya sudah S2 itu, juga mau tak mau harus berebut sinyal wifi untuk ngisi KRS mereka.

Setelah susah payah melakukan  pengisian, mereka harus susah payah menghubungi dosen pembimbing mereka, sekedar meminta tandatangan di KRS mereka. Juga dengan alasan yang sama, guna bisa melanjutkan masuk kelas, mengajak setiap dosen untuk beradu argumen dan teori untuk menciptakan suasan kelas yang katanya dialektis.

Pastinya, kami tak lagi takut untuk menghadapi berbagai dinamika di kampus. Cukup rasanya mengawali satu semester ini yang sarat akan peristiwa dan pengalaman di dalam kampus. Kami sudah tidak takut untuk telat masuk kelas karena sudah tahu caranya titip absen. Kami sudah tidak takut untuk menggarap tugas segunung karena sudah tahu bagaimana rumus Ctrl-C + Ctrl-V yang sebegitu ‘sakti’nya.

Kami tidak lagi takut untuk diajak nongkrong ngopi oleh para senior, karena setidaknya kami sudah hafal jalan dan sudah akrab dengan ibu kos kami dan bisa pulang lebih malam. Tempat-tempat nongkrong pun kami sampai hafal menu-menunya. Jadi kami tidak takut untuk salah pilih menu macam koppasus yang pahit rasanya.

Harga – harga makanan di burjo per porsinya, harga nasi gudeg, jajanan angkringan pun kami pun sudah hafal. Jadi kami tidak takut untuk malu lantaran uang untuk bayar yang kurang.

Ya, sekali lagi, untuk mengawali semester genap ini, kami tidak takut, hanya galau.[]

 

Catatan : Tagar #MabaTidakTakut terinspirasi penulis oleh peristiwa bom dan penyerangan teroris di daerah Sarinah di akhir tahun 2015 lalu. Saat itu viral tagar #Kamitidaktakut di berbagai medsos hingga tulisan ini dimuat.