Literasi Pemuda Zaman Now

Peserta dalam seminar di Gedung Convention Hall lantai 2 (20/11). (Dok. Rhetor/Rigen)

lpmrhetor.com, UIN – Pemuda dewasa kini, atau yang sering diistilahkan sebagai pemuda zaman now cenderung asal dalam menyebarkan informasi yang belum diuji kevaliditasannya. Hal ini terjadi karena minat baca tulis pada masyarakat Indonesia tidak dapat diimbangi dengan pesatnya kemajuan teknologi dari gadget. Pernyataan tersebut sebagaimana dikatakan Faiz Ahsoul, pemateri dalam seminar “Pemuda dan Kemungkinan Literasi Zaman Now,” yang diadakan di Convention Hall lantai dua, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (20/11).

Dalam seminar tersebut, Faiz mengatakan bahwa literasi sebelum menginjak tahap digital, harus diawali dengan tahap kultur, yakni baca tulis.

“Nah, masyarakat sekarang itu melupakan tahap baca tulis dengan langsung ke tahap digital atau audio visual sehingga ada yang putus dari perjalanan yang seharusnya,” tutur Faiz.

Berdasarkan survei dari Studi Most Littered Nation in the World tahun 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Kenyataan tersebut tentunya dapat dilihat dari pemuda zaman now yang lebih banyak menggunakan gadget sebagai sumber informasi utama ketimbang buku. Hal ini sebagaimana dikatakan Ulinnuha, Pimpinan Umum LPM Humaniush ketika diwawancarai lpmrhetor.com (20/11).

“Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa zaman sekarang para pemuda mengakses bacaan itu mudah tapi validitas datanya itu masih dipertanyakan karena orang bisa mencomot dari referensi mana saja, tidak harus langsung mengutip dari buku,” tutur Ulinnuha.

Melalui seminar tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda dalam meningkatkan minat baca dan tulis, serta menyelamatkan literasi Indonesia dari kemunduran. []

 

Reporter Magang : Ronot Rigen

Editor : Fiqih Rahmawati