Kaum Santri Bantul Bersihkan Sungai dan Pasar

Santri se-Kabupaten bantul membersihkan Sungai Winongo dan Pasar Niten pada Minggu (12/11). Dok. Rhetor/Irfan Asyhari.

lpmrhetor.com, Yogyakarta – Minggu pagi adalah waktu di mana Luthfia Rahmi, santri Pondok Pesantren Nurussalam Putri, Yogyakarta, biasa melakukan ro’an (bersih-bersih) bersama teman-temannya di lingkungan pesantren. Namun, Minggu pagi kali ini berbeda, bukan di lingkungan pesantren, Luthfia bersama para santri Nurussalam dan santri-santri se-Kabupaten Bantul melakukan ro’an di lingkungan Pasar Niten dan Sungai Winongo, Kabupaten Bantul, masih dalam rangka Hari Santri Nasional yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul pada Minggu (12/11).

Kegiatan ini digelar karena para santri menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan. Seperti yang diungkapkan oleh Akhmad Munadi, salah satu peserta. Munadi mengatakan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amal pengabdian santri.

“Kegiatan ini telah mengangkat derajat santri. Jati diri santri terangkat sebab pengamalan kita dan kepedulian kita terhadap lingkungan,” kata Munadi di sela-sela ro’an.

Sementara itu, Atho’, atau yang akrab disapa Gus Atho’, panitia pelaksana, mengatakan bahwa dengan turut menjaga lingkungan para santri juga telah turut berpartisipasi menjaga kehidupan sosial.

“Kita menyadari bahwa kehidupan manusia tidak akan bisa dilepaskan dari kesehatan lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, ekosistem alam mari kita yakini sebagai tanggung jawab bersama,” katanya.

Terkait dengan dipilihnya Sungai Winongo sebagai objek ro’an, Gus Atho’ mengatakan bahwa sungai adalah salah satu sumber kehidupan masyarakat sekitar. Sehingga, tambahnya, dengan menjaga kebersihan sungai, para santri telah turut serta menjaga kesehatan masyarakat sekitar.

“Karena sungai itu, kan, merupakan sumber air. Ketahanan air di sekitarnya juga akan berpatok pada kelestarian sungai tersebut. Banyak warga sekitar yang memanfaatkannya untuk irigasi sawah, memberi makan ternak dan mencuci pakaian. Hal tersebut yang memicu kami untuk memilih objek sungai sebagai wujud kepedulian sosial kita akan lingkungan,” tambahnya.

“Terus, kenapa pasar,” ia melanjutkan, “karena pasar merupakan sumber roda perekonomian masyarakat, terkhusus pasar tradisional. Ketika pasar tersebut bersih, otomatis pembelipun merasa nyaman. Dan ketika kenyamanan itu telah didapat, maka secara tidak langsung perekonomian masyarakat akan meningkat,” tandasnya.

Kegiatan yang bertajuk Bakti Sosial Santri: Bersih Sungai, Bersih Pasar dan Pengobatan Gratis itu menarik perhatian masyarakat sekitar, tidak sedikit pula dari pengguna jalan yang tertarik untuk sekadar menonton para santri membersihkan sungai dan pasar.[]

 

Reporter Magang: Irfan Asyhari

Editor: Fahri Hilmi