Gerbang Perubahan

Ilustrasi: Istimewa

Ramadhan merupakan bulan yang istimewa bagi seluruh umat Islam di dunia. Orang Islam dalam memaknai bulan ramadhan dapat dikatakan sangat subyektif, karena bulan ramadhan merupakan satu-satunya jembatan terbuka bagi manusia untuk dapat menjalin hubungan dengan Tuhannya. Umat Islam dalam memanfaatkan jembatan penghubung itu pun dengan pandangan yang berbeda-beda, ada yang mengisi dengan kegiatan yang bersifat religius dan ada juga yang memanfaatkan justru dengan orientasi ekonomis.

Di Bulan ini pula, kajian Islam tiba-tiba banyak diselenggarakan di masjid-masjid. Kegiatan tersebut bukan menjadi hal yang istimewa karena dalam setiap tahun kegiatan tersebut sudah menjadi agenda tetap yang dilakukan oleh masyarakat Islam khususnya di Indonesia. Tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk menggelorakan kembali semangat memperbaiki iman. Sehingga diharapkan di akhir bulan ramadhan ini seseorang dapat menggapai fitrah dengan maksimal.

Mahasiswa, khususnya mahasiswa UIN, sebagai bagian dari elemen umat, tentu tidak dapat lepas dari prespektif religiusitasnya. Prespektif yang terbangun di tengah masyarakat tersebut membuat mahasiswa UIN dipandang sebagai seorang yang mampu dalam hal kajian keislamannya (meskipun hal tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan realita yang ada).

Mahasiswa UIN, yang terlabel religius tinggi, pada praktiknya di tengah masyarakat seringkali mengalami kesulitan dalam upaya mengimplementasikan keilmuan yang didapat dari kursi perkuliahan. Hal yang tidak patut disepelekan bagi seorang mahasiswa adalah bahwa nantinya ia akan kembali ke masyarakat. Kampus hanya sebagai tangga intelektual yang muaranya adalah masyarakat. Masyarakat tidak mau tahu tentang apa yang dipelajari di kampus, yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana cara mereka berbaur di tengah masyarakatnya.

Bulan ramadhan merupakan kesempatan yang sayang untuk dilewatkan, seperti apa yang dikatakan di atas, sebagai jembatan, bulan Ramadhan tentu dapat juga dijadikan sebagai gerbang perubahan. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan di kampus Islam, organisasi-organisasi Islam, dan secara umum masyarakat luas, dapat menjadi nilai tambah tersendiri untuk memperluas pengetahuan, khususnya tentang Islam.

Membangun kembali semangat beriman sebenarnya tidak mudah, hanya dengan keistiqamahan hal itu dapat dicapai. Harapan sebagai mahasiswa UIN, yang sesuai dengan label ke-UIN-annya, dapat dijadikan sebagai motivasi untuk memperluas pengetahuan sebagai bekal intelektual di tengah masyarakat nantinya.

 

*Penulis merupakan wartawan aktif LPM Rhetor. Saat ini penulis menjadi salah satu penjaga gawang Bidang Perusahaan LPM Rhetor.