Fakultas Dakwah Darurat Mushola

Mushola Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang berantakan.

Lpmrhetor.com, Fakultas Dakwah dan Komunikasi – Sabtu (26/11). Mushola Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Sunan Kalijaga, sudah beberapa minggu terakhir ini menghilang. Dugaan sementara, mushola FDK sedang dalam proses renovasi, namun sampai saat ini pihak fakultas tidak memberikan kejelasan apa-apa terkait pembongkaran ruang ibadah yang terletak di lantai dua FDK itu. Banyak mahasiswa menyayangkan ketidakjelasan tersebut. Mereka merasa dirugikan karena kebutuhan ibadah mahasiswa tidak difasilitasi secara optimal.

“Sudah sebulan lebih fakultas dakwah tidak mempunyai tempat untuk beribadah,” kata Irena (18), salah satu mahasiswi FDK, saat ditemui lpmrhetor.com, Rabu (23/11).

Irena bahkan harus rela berjalan jauh menuju rektorat lama untuk melaksanakan ibadah sholat. Padahal, tidak sedikit jadwal kuliahnya yang bertepatan dengan adzan dzuhur, sehingga tidak memungkinkan bila ia harus berjalan jauh dari fakultas menuju gedung rektorat lama di sela-sela kegiatan perkuliahan.

“Saya pikir mushola yang sebelumnya terbuka itu dirombak supaya lebih baik dan lebih tertutup, makanya saya sabar dan ngalahi (mengalah-red) untuk sholat di mushola gedung rektorat lama. Saya merasakan sekali susahnya mencari tempat untuk beribadah di sela jadwal kuliah saya,” lanjut Irena.

Merupakan sebuah ironi apabila fakultas dakwah, apalagi UIN, yang notabenenya mempelajari ilmu-ilmu dakwah dan kajian-kajian Islam tidak memiliki ruang ibadah. “Fasilitas ibadah itu tidak boleh tidak ada, apalagi ini fakultas dakwah, UIN pula,” tutup Irena.

Kini, ruang kosong yang dahulu difungsikan sebagai mushola tersebut terlihat berantakan. Pihak fakultas masih belum memberikan kejelasan apa-apa terkait ruang ibadah yang terabaikan itu. Hingga saat ini, pihak fakultas masih sulit untuk ditemui. lpmrhetor.com sudah beberapa kali mencoba menghubungi wakil dekan III bidang kemahasiswaan, Abdul Rozaki, namun belum ada jawaban apa-apa.[]

 

Reporter Magang: Nadia Nurhasanah

Editor: Fahri Hilmi