Puisi

Puisi

Oleh: Jamali* Buat apa jadi jurnalis Kalau kebenaran menjadi gratis Buat apa jadi jurnalis Kalau kesetiaan hanya pada artis Buat apa jadi jurnalis Kalau verifikasi tidak kritis Buat ...
0

Percuma Harus berapa lama lagi aku berkenalan denganmu Uangku sudah tak cukup membeli buku-buku Padahal buku-buku yang dulu kumiliki, kini sudah menjadi abu (Agustus 2016) Puisi Buat Anton ...
0

Oleh: Astutik*   Sang fajar belum datang Aku sudah pergi meninggalkkan kenyamanan bantal Kedatanganku seakan ditunggu-tunggu dan disambut pandang menakutkan Dalam barisan aku bersembunyi Kabut masih menyelimuti pandangan ...
0

Oleh: Astutik Kala itu hujan datang mengguyur desaku Duka dan tawa menemani setiap insan Tempat ibadah jadi pengayom dan pusat warga Semua berkeluh dan gembira karena guyuran rahmat ...
0

Oleh: Ihda Nurul Sholehah Karena setiap gundah harus bermuara Dan rindu harus terbayar bagai hutang Maka Kusampaikan gundah juga rinduku Pada alam yang makin hari makin garang Gundahku ...
0

By: Astutik   Merdeka itu ketika kita dapat tersenyum Merdeka itu ketika kita setiap hari ada sesua nasi Merdeka itu ketika anak-anak bebas mencari ilmu Merdeka itu ketika ...
0

By: Fahri Hilmi   Di negeri hijau berasap hitam, Lalu lalang langkah dan kota berserakan Subur makmur pula hilang dari pemahaman Di hadapan mata tanah surgawi Haknya ditanami ...
0

Kami bertarung  dengan pena saja,belum cukup!! Kami menulis setajam apapun, belum tentu dibaca!! Kami menyuarakan dengan lembaran saja, pasti ujungnya jadi bungkus makanan bahkan dibuang!! Kami merasa tak ...
0

Hay bung,,,,, Nada genderang telah  pecah menyerukan keruntuhan rezim 18 tahun yang lalu Harusnya negeri ini damai setelah kejadian di waktu itu Tapi nyatanya kebebasan masih dikengkang Kesejahterahan ...
0

Oleh: Astutik   Goresan tinta yang kutorehkan Berbumbu harapan yang tak akan membuat putus asa Menggerakkan tangan mungil ini untuk perubahan Ahh mengkhayal!! Kekejaman penguasa telah mencekik mereka ...
0