Sastra

Sastra

Oleh: Majid Zaelan*   G UNAWAN menambah laju kecepatan sepeda motornya, kilauan lampu jalan nampak seperti kilatan cahaya. Ia tak sadar kecepatan motornya sudah mencapai angka seratus. “Aku ...
0

Oleh: Lajur Kiri*   Narasi 1 Suatu hari aku berjalan dengan temanku yang bernama Aber. Ketika itu, aku dan Aber mau pergi ke pasar, dia mau membeli cabe ...
0

Hidupmu tak layak tuk dijalani Kenapa terus kau lalui? Kenapa tak kau hiraukan saja semua kemudian berlari? Jika itu karena aku, Maka acuhkan! Aku lebih kuat dari dugaanmu ...
0

Oleh: Rodiyanto* ANDAI AKU SULAIMAN   Dari Bilqis, aku memagari muslihat Pesona yang pudar Tahta dan kemewahan yang tuli Sekembali di kaki Sulaiman Sungai mengaliri Serupa ikan bermuka ...
0

Oleh: Nopi Puspitasari* Kembali ke Kotamu   Hujan sendu telah berlalu Meninggalkan serpihan luka di masa lalu Namun bayangan kotamu masih melekat iringi langkahku Aku kembali ke kotamu ...
0

“Le, ngapain kau pulang?” laki-laki itu bertanya dengan nada sarkatis sambil mengambil sebatang rokok dari kotaknya. Jarinya mengapit batangan putih yang sarat tembakau itu dengan lihai, mengetuk-ngetuk ujungnya ...
0

Oleh: Abdul Majid* Hari yang kami nantikan untuk kami benci pun tiba, ketika persahabatan dan persaudaraan nyaris terpecah oleh suatu kedudukan, mungkin memang waktu telah menjemput kami, waktu ...
0

Ditempat itu aku menyaksikan Kedua kaki yang kokoh oleh campuran semen dan air Sebagai wujud peduli terhadap tanah air Dimana keadilan dan kepedulian telah mencair.   Bulu kudukku ...
0

SEKUNTUM LUKA   Sunyi mencumbu sekumpulan ternak di tepi gelap Memekik erang pada sayup Lantaran kau tunggui pentas yang tak kunjung usai Dari simposium pabrik angan Menjelma nestapa ...
0

Bernafas tak pernah merasa puas Makhluk lemah tapi sok berkuasa Berkata “aku lupa,” padahal memang tak tau apa-apa Tubuhnya berlumur salah Memegang pedang berlumur dosa Saling bertikai ingin ...
0