Berorganisasi, Perlukah?

Oleh: Nur Rifqi

Kehidupan mahasiswa bukanlah sekedar masuk kelas, mendengarkan materi dari dosen, mencatat materi yang ada, lalu sudah. Selesai dan pulang. Bukan. Tentu tidak—pastikan tidak. Karena kehidupan mahasiswa menyimpan berjubel peluang dan manfaat. Kamu bisa bertemu dengan mahasiswa lain, dosen, profesor, tokoh masyarakat, pejabat, pengusaha, dan lain-lainnya. Peluang keliling dunia pun banyak. Ingin mengais rupiah? Beragam lomba inovatif banyak tersedia hanya bagi mereka yang bertitel mahasiswa, begitu pun penelitian atau riset yang tentunya bisa mengasah kemampuan ilmiah kalian.

Kampus merupakan tempatnya belajar serta menimba ilmu pengetahuan bagi mahasiswa. Tempat itu juga yang menjadi wadah atau media berekspresi bagi mahasiswa, karena ada berbagai kegiatan di kampus yang bisa mahasiswa ikuti sesuai dengan minat ataupun hobi sehari-hari. Semua itu bisa terwujud dengan bergabung dalam organisasi-organisasi yang ada di kampus.

Apa sebenarnya makna di balik tirai kata ‘organisasi’?  Organisasi berasal dari bahasa Yunani yaitu organum yang berarti alat atau badan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia organisasi yakni kelompok kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi yakni sekumpulan orang yang saling bekerja sama demi tercapainya suatu tujuan.

Organisasi merupakan sebuah wadah bagi semua orang untuk mengekspresikan aspirasi mereka. Tak terkecuali bagi mahasiswa. Organisasi sangat penting keberadaannya di dalam setiap perguruan tinggi karena dengan adanya organisasi akan banyak kreativitas mahasiswa yang tertampung. Jangan biarkan buah pikiranmu hilang berhamburan bersama kawanan debu. Berwacana yahud, namun untuk mengaplikasikannya takut.

 Dalam organisasi inilah kalian bisa mengekspresikan khayalan, ide-ide aneh kalian (dalam koridor hasan) yang kemungkinan besar tidak akan pernah terlampiaskan dalam bangku kuliah. Ada pepatah ‘bebaskanlah pikiranmu, sebelum Tuhan membatasi sebuah ide’. Di sinilah momen krusial demi mengejawantahkan aspirasi pribadi demi terwujudnya jati diri yang hakiki.

Hal-hal yang menjadi pertanyaan di benak orang-orang terutama para mahasiswa, pentingkah mengikuti organisasi di kampus bagi mahasiswa? Manfaat apa yang bisa didapat dengan mengikuti organisasi tersebut dan seperti apa pengaruh organisasi terhadap gaya belajar mahasiswa? Itu semua tergantung dari individu mahasiswa, karena tidak semua alasan mereka sama ketika mengikuti organisasi yang ada di kampus.

“Minat dari mahasiswa saat ini sedikit berkurang padahal organisasi sebagai ladang latihan agar dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ketua KAMMI UIN Sunan Kalijaga periode 2016-2017, Nashih Ulwan Az-Zuhadi, terkait pentingnya berorganisasi.

Begitu pun Romi, Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum ‘Advokasia’, yang mengatakan bahwa organisasi bagaikan sebuah miniatur negara. Untuk memperbaiki negara harus tahu susunan birokrasi dan strukturasi pemerintahan yang ada di negara tersebut. “Paling tidak kita sudah tahu bagaimana bentuk kecil dari organisasi pemerintahan negara” ucap mahasiswa jurusan perbandingan mazhab tersebut.

Sebagai informasi, organisasi mahasiswa dapat dikategorikan ke dalam 2 jenis, yaitu organisasi mahasiswa internal dan eksternal kampus. Organisasi mahasiswa internal kampus adalah organisasi yang melekat pada pribadi kampus dan memiliki kedudukan resmi di lingkungan kampus. Seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa (SEMA), ataupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Organisasi mahasiswa eksternal kampus merupakan organisasi mahasiswa yang aktivitasnya berada di luar lingkup perguruan tinggi. Organisasi ekstra kampus biasanya berafiliasi dengan partai politik tertentu walaupun tidak secara eksplisit. Organisasi mahasiswa ekstra kampus antara lain: Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dll.

Para aktivis organisasi mahasiswa internal kampus pada umumnya juga berasal dari kader-kader organisasi ekstra kampus ataupun aktivis-aktivis independen yang berasal dari berbagai kelompok studi atau kelompok kegiatan lainnya. Saat pemilu, mahasiswa dituntut untuk memilih Ketua BEM, maupun Ketua SEMA, yang akan berkompetisi demi mendapatkan kursi pemerintahan kampus.

Benar jika dikatakan bahwa tujuan utama dari kuliah adalah belajar. Benar pula jika nilai akademik sangat penting, namun realitanya hanya secuil persen ilmu yang dapat kita peroleh dalam bangku perkuliahan. Karenanya penting untuk mengikuti kegiatan di luar perkuliahan agar dapat menambah ilmu serta wawasan.

“Oleh karena itu ilmu tidak hanya bisa didapat di bangku-bangku kuliah tetapi banyak ilmu-ilmu di luar itu seperti pengalaman dan pengalaman di organisasi seperti ilmu yang bisa kita dapat di luar kelas. Ilmu-ilmu yang bisa kita dapat dari sharing-sharing dengan teman, yang kita dapat dari warung kopi, silaturahim dengan alumni, dan itu tidak akan kita dapatkan kecuali apabila kita berorganisasi,” imbuh Romi.

Banyak manfaat yang akan kalian dapatkan jika join organisasi. Setidaknya ada beberapa poin yang kecil kemungkinan ada di ruang kelas. Pertama, dapat mengasah softskill. Softskill yakni kemampuan kalian dalam mengatur/memanajemen dirimu sendiri dan diri orang lain. Contohnya jika dalam suatu kelompok terjadi konflik maka kita harus mencari solusi bersama. Pengalamanlah yang berperan penting dalam hal contoh ini. Semuanya tak ada hubungannya dengan apa yang dijelaskan dosenmu dalam kelas atau yang kita pelajari melalui disiplin ilmu, yang biasa disebut dengan istilah hardskill.

Kedua, menyalurkan minat dan mengasah bakat. Dengan mengikuti UKM misalkan, minatmu dapat tersalurkan dan bakatmu pun dapat bertambah pesat. Anak-anak ilmu hukum bisa ikut PSKH (Pusat Studi dan Konsultasi Hukum), KPK (Komunitas Pemerhati Konstitusi), ataupun BLC (Business Law Centre), maupun bisa ikut SEMA, BEM, atau HMJ, sehingga bisa menyalurkan aspirasi-aspirasi mahasiswa lainnya sekaligus belajar menjadi wakil rakyat. Suka olahraga juga bisa ikut dengan UKM Olahraga. Jadi dengan mengikuti organisasi minat dan bakat akan dapat tertampung, tidak terbuang sia-sia.

Ketiga, dapat menambah teman. Dengan kamu bergabung dalam suatu organisasi, otomatis kamu akan bertambah kenalan. Sebelumnya temanmu mungkin hanya satu prodi. Nanti bisa bertambah menjadi satu universitas, malahan bisa dengan universitas lain. Tadinya grup sosial media hanya beberapa saja, setelah bergabung dalam organisasi lambat laun grup itu akan meluas hingga kita tak sadar berapa banyak grup yang diikuti.

Keempat, dapat menambah nilai plus dalam curriculum vitae-mu. Dengan adanya pengalaman berorganisasi, perusahaan maupun instansi yang akan merekrutmu pasti akan mempertimbangkan matang-matang. Mereka akan beranggapan bahwa kamu telah memiliki pengalaman dalam bekerja dalam kelompok, alias punya softskill.

Sebenarnya masih banyak lagi khasiat yang terkandung jika kalian ikut organisasi, di antaranya belajar mengatur waktu, memperluas link, menambah wawasan, dll. Seakan tidak ada habisnya menyingkap hal positif yang terkandung di dalamnya. Walaupun banyak faedah yang didapat, tetap saja ada dampak negatif jika kalian mengikuti organisasi. Hal yang paling pokok yakni jika tidak pandai membagi waktu, maka kuliah sebagai tujuan utamamu akan terbengkalai, juga menjadi kurang fokus untuk belajar di kelas.

Terkait kurang fokusnya belajar mahasiswa ketika dalam kelas, Ketua PSKH, Ilham, memberikan solusi, “Kalau kita kuliah ya kuliah. Jangan kita mikirin yang lain. Jadi kita bener-bener harus bisa fokus, jangan sampai oleng atau drop.”

“Intinya kita harus meletakkan hak-hak itu pada tempatnya, jadi nanti insyaAllah bakal seimbang dengan sendirinya,” tambah Ilham.

Kapan waktu terbaik untuk bergabung ke dalam organisasi bagi mahasiswa?

“Kalau saya semenjak masuk kuliah itu waktu yang sangat tepat untuk berorganisasi, karena akan ada banyak tahapan,” ucap Elsa Finda Rahmastuti, Ketua Kohati korkom UIN SUKA.

“Sejak mahasiswa butuh sendiri. Organisasi hanya memperkenalkan. Tergantung dengan keadaan setiap mahasiswa,” jawab Nashih.

“Kalau memang dari awal sudah niat mengikuti oganisasi, ya langsung dari pertama kali masuk kuliah. Biar nanti dalam pengkaderannya tidak terlambat,” sahut Ketua IMM FITK, Azhar Basyir.

Perlu digaris bawahi, lingkungan siswa dengan mahasiswa sudah berbeda. Terdapat perbedaan strata antara ‘siswa’ dengan ‘mahasiswa’. Menjadi mahasiswa secara tidak langsung kita dituntut untuk memiliki disiplin ilmu maupun pengalaman yang kompleks. Karena di samping Tuhan, hanya mahasiswa lah yang terpatri sapaan ‘Maha’. Menandakan posisi mahasiswa sebagai manusia yang memiliki tanggung jawab lebih, di atas manusia lainnya. Sebagai pengenal bahwa manusia yang beridentitas ‘mahasiswa’ adalah manusia yang memiliki pengetahuan yang baik di atas ‘manusia biasa’.

Terlepas dari positif-negatif dalam turut sertanya kalian berorganisasi maupun ikut atau tidaknya kalian dalam berorganisasi, pastikan tidak masa mahasiswamu hanya sebatas mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang). Kalaupun iya, jadikan ‘masa’ kupu-kupumu itu menjadi masa yang bermanfaat, setidaknya bagi diri sendiri, lebih-lebih bagi individu lain. Karena dengan Anda memanfaatkan waktu yang ada, sejatinya Anda bukanlah golongan orang-orang yang merugi.