Archives by: Kontributor

Kontributor

0 comments

Kontributor Posts

Rhetorika
Oleh: Abdul Majid Zaelan* Mendengar kata mahasiswa, yang terpikir dalam benak kita mungkin sesosok idealis dan heroik. Mungkin padanan itu tepat-tepat saja kalau kita membaca mahasiswa semacam Sukarno ...
0

Puisi Sastra
Oleh: Rodiyanto* ANDAI AKU SULAIMAN   Dari Bilqis, aku memagari muslihat Pesona yang pudar Tahta dan kemewahan yang tuli Sekembali di kaki Sulaiman Sungai mengaliri Serupa ikan bermuka ...
0

Puisi Sastra
Oleh: Nopi Puspitasari* Kembali ke Kotamu   Hujan sendu telah berlalu Meninggalkan serpihan luka di masa lalu Namun bayangan kotamu masih melekat iringi langkahku Aku kembali ke kotamu ...
0

Rhetorika
Oleh: M. Rahmat Zain* Barang siapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka tolaklah dengan hatinya, dan yang demikian ...
0

Cerpen Sastra
Oleh: Abdul Majid* Hari yang kami nantikan untuk kami benci pun tiba, ketika persahabatan dan persaudaraan nyaris terpecah oleh suatu kedudukan, mungkin memang waktu telah menjemput kami, waktu ...
0

Rhetorika
“Akan ada permainan politik oleh orang-orang kriminal, dan permainan kriminal oleh orang-orang politik.” –Pramodya Ananta Toer Saya seorang mahasiswa, satu dari beribu mahasiswa yang menyandang predikat agent of ...
2

Rhetorika
Dalam setiap kajian sosial, kehidupan berkeadilan merupakan sesuatu yang menjadi impian semua orang kapanpun dan di manapun. Menuntut kemampuan negara dalam memikirkan nasib rakyatnya, demi tercapainya impian tadi, ...
0

Rhetorika
Oleh: Abdul Majid “Biarlah kekayaan alam kita tersimpan sampai nanti putra-putri bangsa ini mampu mengolahnya sendiri” –Ir. Soekarno Republik Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 14.000 ...
0

Puisi Sastra
SEKUNTUM LUKA   Sunyi mencumbu sekumpulan ternak di tepi gelap Memekik erang pada sayup Lantaran kau tunggui pentas yang tak kunjung usai Dari simposium pabrik angan Menjelma nestapa ...
0

Rhetorika
Oleh : Susi Susiana* Ketika saya selesai membaca tulisan Kak Hilful Fudhul berjudul, Ormawa dan Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai[1], saya langsung dibuat terharu oleh tulisan tersebut. Dalam ...
0