AMDIN Ajak Kembali ke UUD 1945 dengan Dakwah

Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (AMDIN) menggelar penutupan Malam Inagurasi Kongres III AMDIN (Rabu/21/9) yang bertempat di Convention Hall lantai 1 UIN Sunan Kalijaga. Acara ini bertajuk “Amanah Kebangsaan; Tolak UKT dan Kembali ke UUD 1945 Asli.”

Malam penutupan ini adalah rangkaian terakhir dari Kongres III AMDIN yang telah dilaksanakan pada tanggal 19-21 September yang bertempat di Wisma Sejahtera Kaliurang, Yogyakarta. Turut hadir di dalamnya yakni Jendral TNI Purn Tri Sutrisno, mantan wakil presiden RI ke-6 era Soeharto yang akan membawakan orasi kebangsaan.

Malam inagurasi yang bertajuk “Amanah Kebangsaan; Tolak UKT dan Kembali ke UUD 1945 Asli” berangkat dari keresahan mahasiswa AMDIN yang merasa bahwa Permendikbud No 55 tahun 2013 Tentang UKT. UKT (Uang Kuliah Tunggal) sangat membebani mahasiswa. Tujuan kemerdekaan yaitu mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, realitanya adalah negara hanya “Mencerdaskan Bangsa” sampai pada pendidikan dasar 9 tahun saja.  Untuk itu, AMDIN berinisiatif ingin mengembalikan UUD 1945 asli yang berlandaskan pancasila dan siap berkontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa

Dalam pelaksanaan malam inagurasi ini Fariz Amrullah selaku Ketua Dema-F mengatakan bahwa dakwah jika dimaknai dalam Islam adalah mengajak pada suatu kebaikan.

“Upaya selam 3 hari adalah upaya dalam mengajak kebaikan. Meskipun sedikit yang bisa dilakukan, jika itu yang keluar dari kemantapan hati dalam menghadapi suatu persoalan, bisa mengurangi sedikit permasalahan sosial dan kebangsaan.” ucapnya

Senada dengan yang diucapkan Fariz, Yunita sebagai ketua terpilih AMDIN mengatakan bahwa dakwah bukan melulu persoalan tradisional. Mahasiswi IAIN Bengkulu ini juga mengatakan bahwa dakwah hari ini adalah dakwah yang bagaimana hal itu bisa merangkul, mengadvokasi dan menatap persoalan kebangsaan hari ini.

“Dalam kongres kali ini banyak sekali pembahasan yang kita bahas, salah satunya adalah mengembalikan UUD 1945, ada sebuah tindakan apa yang akan kita lakukan untuk kemudian harinya.” tuturnya.

Mengamini pernyataan Yunita, dalam orasinya Tri Sutrisno juga menyatakan kebanggannya dan kepercayaannya pada para mahasiswa yang tergabung dalam AMDIN.

“Saya bangga dan percaya, AMDIN sebagai mahasiswa dakwah mampu merumuskan dakwah Islamiyah yang mulai pudar. Mengembalikan bangsa Indonesia melalui jargon religiusitas dalam menyampaikan syiar islam untuk masyarakat Indonesia sebagai bangsa pejuang yang pancasilais,” tuturnya.

Selain itu, Tri Sutrisno juga menjelaskan banyak hal tentang persoalan-persoalan kebangsaan, baik itu dari  bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial dan kebudayaan.

“Pemerintah banyak yang korupsi, banyak yang menyalahi kewenangan dan kekuasaan, serta biaya pendidikan sangat mahal. Persoalan-persoalan bangsa inilah nantinya yang akan membawa Indonesia pada titik keresahan,” imbuhnya.

Usai orasi kebangsaan dari Tri Sutrisno, acara ini ditutup dengan rangkaian acara hiburan dan seni.

 

Reporter : Tiara Apriyani