Puisi Annisa : Malu

26
Sumber : Kompasiana

Tuhan, Aku malu…

Wajahku selalu basah dengan sabun muka yang kukenakan,

dan selalu belapiskan bedak agar timbul kecerahan darinya

Bukan… Bukan  basah dan cerah karena air wudhu

Mukenaku kini telah jarang  ku pakai pada 5 waktu-Mu,

Apalagi diwaktu-waktu sunnah-Mu..

Sajadahkku kini tak lagi menjadi saksi setiap  tetesan do’aku disepertiga malam-Mu

Bibirku selalu basah dan bergerak sesukanya karena membicarakn aib orang lain

Memebicarakan kesia-siaan belaka,

Bukan komat kamit berdzikir pada-Mu

Mataku tanpa sengaja sering melihat ketidakbaikan

Telingaku juga tak jarang kubiarkan mendengar kemaksiatan

Tangan ini, tak jarang digunakan hanya untuk perbuatan sia-sia

Hanya demi kepupleran dunia maya

Namun…

Aku masih Mengeluh dengan ujian yang Kau berikan

Menginginkan selalu diberi kesehatan

Menginginkan selalu diberi keselamatan

Menginginkan rezeki yang berkecukupan

Menginginkan kebahagian

Menginginkan kesuksesan

Mengingkan dimaafkan

Aku, hambamu yang masih terus terusan meminta ini itu

Aku malu, tapi sebenarnya tak  punya malu

 

You may also like

Puisi Siti: Aku yang Tak Suka Baca Tulis

Aku tak tahu apa-apa Tapi tak mau baca